Mejayan

Jamaah Berbagai Penjuru Beribadah di Masjid Quba

MEJAYAN – Salat Id di Masjid Agung Quba bakal disesaki ribuan jamaah. Jumlah penunai salat dua rakaat dengan 12 kali takbir di tempat ibadah kompleks Pusat Pemerintahan (Puspem) Caruban itu meningkat puluhan kali lipat dari jamaah salat di hari biasa maupun saat tarawih. ’’Prediksi bisa 1.500 hingga 2.000 jamaah dari biasanya seratusan,’’ kata penanggung jawab Masjid Quba Muhammad Sodiq.

Tahun ini adalah kali ketiga masjid dua lantai ini dijadikan tempat salat Id sejak pembangunannya selesai tiga tahun lalu. Peningkatan jamaah nyaris selalu terjadi setiap tahun karena bukan hanya warga yang tinggal di sekitar Kecamatan Mejayan. Tapi juga wilayah sekeliling seperti Pilangkenceng dan Wonoasri. Jumlahnya kian melonjak dengan kehadiran warga perantauan yang pulang kampung. ’’Masjid bisa menampung, karena kapasitasnya sampai 4.000 jamaah,’’ ujarnya kepada Radar Caruban.

Sodiq mengatakan, tidak ada persiapan khusus dalam menyambut salat Id yang sedianya dilaksanakan besok. Perlakuannya sama seperti hari-hari biasa. Petugas kebersihan membersihkan ruangan lantai atas dan bawah bangunan ibadah berkonsep perpaduan Islam kuno dan modern ini. Mulai menyapu, mengepel, hingga mencucikan karpet. Juga ada petugas lainnya yang rajin mengecek berfungsi tidaknya kipas angin. ’’Secara umum tidak ada yang membedakan. Lainnya sebatas meningkatkan kegiatan dari pekerjaan yang dirasa kurang,’’ paparnya.

Kehadiran ribuan jamaah yang berkonsekuensi terhadap kebutuhan lahan parkir tidak membuat Sodiq khawatir. Ruangan sisi utara dan selatan masjid diyakini cukup untuk menampung kendaraan para jamaah. Kalau pun tidak memadai, ruas jalan di seberang timur masjid bisa untuk dimanfaatkan. ’’Pengalaman tahun sebelumnya tidak ada masalah dengan parkir karena kompleks masjid ini cukup luas,’’ ucap pria yang juga ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Madiun ini.

Sodiq menyebut sudah berkoordinasi dengan dinas perhubungan (dishub) ihwal penataan parkir dan arus lalu lintas kendaraan. Petugas organisasi perangkat daerah (OPD) itu yang berkewenangan penuh mengatur lalu lintas menjelang dan pulang salat Id agar tidak macet. Pihaknya juga berkomunikasi dengan satpol PP dan Polsek Mejayan untuk menjaga keamanan selama pelaksanaan salat. ‘’Salat Id diikuti bupati dan wakil bupati serta pejabat dinas lainnya,’’ ujarnya. (cor/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close