Jaksa Tunggu Keseriusan Pelaksana Proyek Pasar Somoroto

255

PONOROGO – Sanggupkah PT Anggaza Widya Ridhamulia (PT AWR) menyelesaikan pembangunan ulang Pasar Somoroto di sisa waktu sepekan? Mau tidak mau, pelaksana harus berpacu dengan waktu menyelesaikan proyek senilai Rp 5,3 miliar tersebut. ‘’Kami ingin melihat keseriusan pelaksana di waktu yang tersisa ini,’’ kata Ketua Tim Pengawal Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Daerah (TP4D) Kejari Ponorogo Kundrat Mantolas kemarin (24/12).

Jumat lalu (21/12) Kundrat dilapori update progres pencapaian pekerjaan fisik PT AWR di Pasar Somoroto. Progres pembangunan ulang pasar terbesar di Kauman itu mencapai 65 persen. Meningkat signifikan dari progres sepekan sebelumnya. Minggu lalu (16/12) progresnya masih tertahan 43,47 persen. ‘’Upaya percepatan sudah mulai terlihat di lapangan,’’ ujar Kundrat.

Kasi Intel Kejari Ponorogo itu pun mengapresiasi keseriusan pelaksana menambah man power. Sehingga pelaksana tidak mempekerjakan tenaga yang sama untuk bekerja dua sif setiap harinya. Bisa dikata setiap pekerja dapat bekerja maksimal. ‘’Tenaga mereka tidak terkuras habis. Tidak sampai lembur-lembur,’’ tuturnya.

Lanjut Kundrat, konstruksi pasar baru di Kauman itu nantinya hanya berupa pasar satu lantai. Namun, hampir seluruh bagian dari pasar lama dibongkar dengan konstruksi baru. Berbahan rangka baja dengan ketinggian atap mencapai sepuluh meter. Pekerjaan konstruksi rangka itulah yang menjadi beban terberat. ‘’Pekerjaannya meliputi struktur baja dari bawah sampai atap itu sudah mulai berjalan dan terselesaikan. Dinding juga sudah dikerjakan,’’ sebutnya.

Saat ini, kata Kundrat, pekerjaan dengan beban terberat yang menanti PT AWR adalah mekanikal-elektrikal (ME). Pekerjaan itu harus bisa terselesaikan dalam hitungan hari. Namun, melihat capaian tersebut, Kundrat rupanya memilih melihat sampai sejauh mana keseriusan PT AWR. Dia hanya berharap, pelaksana dapat segera menuntaskan pekerjaannya sebelum tahun berganti. ‘’Kalau semua bisa terselesaikan di akhir tahun, kemungkinan pedagang sudah dapat direlokasi awal tahun,’’ harap Kundrat.

Diakui Kundrat, leletnya progres pekerjaan PT AWR tidak sepenuhnya salah perseroan asal Surabaya itu. Sebab, lelang proyek tersebut memang dilempar cukup telat. Yakni, baru 20 September. Sementara, merujuk laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemkab Ponorogo, kontrak baru ditandatangani per 15 Oktober. PT AWR juga sudah mendapat surat peringatan dan diikuti show cause meeting (SCM) sebelumnya. ‘’Kami berharap pelaksana konsekuen melaksanakan yang menjadi komitmennya,’’ tegasnya. (naz/c1/fin)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here