Jajaki Perbaikan Jembatan Patimura, Pemkab Rogoh BTT

107

MEJAYAN – Pemkab takut kenyamanan pemudik lebaran terusik ambrolnya Jembatan Patimura. Jembatan di Desa Bajulan, Saradan, yang kini ditutup total itu coba diperbaiki agar bisa dilalui kendaraan ketika arus mudik akhir Mei nanti. Anggaran belanja tidak terduga (BTT) coba dijajaki untuk mengurai penanganan ruas alternatif Madiun–Ngawi tersebut. ‘’Berpengaruh. Selama ini, intensitas kendaraan lewat Jembatan Patimura tinggi,’’ kata Kabid Bina Marga Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Madiun Heru Sulaksono kemarin (22/4).

Heru mengatakan, penggunaan BTT sudah dikomunikasikan ke pimpinan dengan peruntukan sebatas memperbaiki titik kerusakan di sisi utara. Merehabilitasi ambutment atau fondasi yang keropos serta plat injak yang berlubang. Taksiran biaya yang dibutuhkan Rp 1,2 miliar. Pihaknya coba berkoordinasi dengan badan pengelolaan keuangan dan aset daerah (BPKAD) ihwal bisa tidaknya dana darurat itu digunakan. ‘’Sesuai Perpres 16/2018 tentang Pengadaan Barang dan Jasa, BTT bisa diaplikasikan untuk kasus Jembatan Bajulan karena memang darurat,’’ ujarnya.

Seandainya bisa dicairkan, DPUPR berusaha memaksimalkan waktu mepet sekitar satu setengah bulan untuk melakukan perbaikan jembatan yang dibangun akhir 1980-an itu. Setidaknya, infrastruktur bernama lain Jembatan Patimura itu tidak tutup total, melainkan dibuka untuk kendaraan tertentu agar bisa mengurai padatnya arus lalu lintas. ‘’Yang terpenting bisa tertangani dulu. Selanjutnya perbaikan setelah Lebaran,’’ paparnya kepada Radar Caruban.

Heru belum bisa memastikan sumbe dana dan kebijakan penanganan seandainya BTT itu tidak bisa dicairkan. Ada dua alternatif yang bisa dipakai. Pertama, mengajukan dana rehabilitasi pada ambutment dan plat pijak ketika perubahan APBD 2019 nanti. Namun, konsekuensinya pelaksanaan perbaikan setelah Lebaran. Alternatif lainnya mengganti jembatan baru dengan menghilangkan tiga pilar di bawah konstruksi. Sebagai solusi jangka panjang karena selama ini keberadaan pilar membuat sampah bambu yang terbawa arus tersangkut. Akibatnya, aliran air malah menghantam fondasi di setiap sisi jembatan. ‘’Masalah dana ini masih dicarikan,’’ ucapnya.

Diketahui, Jembatan Patimura sisi utara ambles seluas 3×5 meter, Rabu (17/4) lalu. Pemicunya adalah banjir dahsyat awal Maret lalu. Kerusakan bertambah parah hingga akhirnya ambles karena terus menerus tergerus.  Pasalnya, sampah bambu yang tersangkut pilar mengakibatkan debit air langsung menghantam sisi utara. ‘’Kerusakan tidak semakin parah kalau debit air tidak tinggi,’’ ujarnya sembari menyebut sampah bambu coba dibersihkan dengan alat berat. (cor/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here