Jadi Tersangka Pengaturan Skor, Sahabat Joko Driyono Kaget

196

NGAWI – Ditetapkannya Joko Driyono sebagai tersangka kasus pengaturan skor oleh Satgas Anti Mafia Bola Jumat lalu (15/2) memang sulit dipercaya. Khususnya bagi para sahabatnya di Ngawi yang selama ini mengelukan warga asli Munggut, Padas, itu. Apalagi baru-baru ini Jokdri –sapaan Joko Driyono- menduduki jabatan tertinggi federasi sepak bola Indonesia. ’’Yang jelas kami tidak menyangka,’’ kata Sukardi usai mengetahui kabar tersebut dari koran kemarin (17/2).

Wajar jika Sukardi, dan mungkin sebagian sahabat Jokdri  lainnya, sulit memercayai. Karena selama ini sosok Jokdri dikenal sebagai orang yang baik kepada teman-temannya. Sekalipun sudah jarang bertemu, namun sikap Jokdri kepada teman-temannya tidak pernah berubah. ’’Kalau sehari-harinya kayak gimana, kami memang tidak tahu. Tapi, pas pulang ke Ngawi dia (Jokdri, Red) orangnya baik,’’ ungkapnya.

Mbah Sukar –sapaan akrab Sukardi- tidak tahu-menahu mengenai kasus yang dialami sahabatnya itu. Apalagi setelah ditetapkan menjadi tersangka, kemungkinan besar komunikasi antara mereka tidak seintens sebelumnya. Sukar mengaku sebelumnya sering kontak dengan Plt ketua umum PSSI itu kaitannya dengan perkembangan sepak bola di Ngawi. ’’Karena Pak Joko termasuk orang yang peduli terhadap perkembangan sepak bola di sini (Ngawi, Red),’’ ujarnya.

Lalu, apakah berdampak untuk perkembangan sepak bola di Ngawi? Hal itu juga belum bisa dipastikan. Karena menurut Sukar, perkembangan sepak bola di Ngawi lebih bergantung pada kepengurusan dan manajemen yang ada sekarang. Kendati dia tak menampik sebelumnya bahwa Jokdri sedikit banyak ikut peduli dalam pengembangan sepak bola Bumi Orek-Orek. ’’Kalau pengurusnya masih dipegang yang sekarang, saya yakin masih bisa jalan,’’ ungkapnya.

Diketahui, Joko Driyono ditetapkan sebagai tersangka oleh Satgas Anti Mafia Bola pada Jumat malam lalu (15/2). Joko Driyono diduga terlibat kasus pengaturan skor yang sekarang diusut satuan tugas bentukan Mabes Polri tersebut. Mengenai nasib yang dialami sahabatnya itu, Sukar hanya berharap semoga hal itu bisa menjadi pelajaran. ’’Ke depan mudah-mudahan lebih berhati-hati lagi,’’ ucapnya.

Terpisah, CEO Persinga Ngawi Dwi Rianto Jatmiko mengaku turut prihatin atas kasus yang menimpa Joko Driyono. Antok –sapaan akrab Dwi Rianto Jatmiko- berharap semoga Jokdri kuat menghadapi masalah tersebut. Sebagai pengurus Persinga, Antok juga berharap kepada PSSI untuk segera menentukan sikap. Karena setelah Jokdri ditetapkan sebagai tersangka, otomatis posisi tertinggi di federasi itu akan kosong. ’’Secara umum kami mendesak PSSI supaya menentukan sikapnya terkait hal itu,’’ katanya.

Ditanya soal pengaruh terhadap pengembangan sepak bola di Ngawi, Antok mengaku kekhawatiran pasti ada. Namun, itu bukan karena selama ini Jokdri dekat dengan Persinga atau karena warga asli Ngawi. Menurut dia, dengan posisi ketua umum yang kosong, pasti akan membuat jalannya PSSI menjadi terganggu. Sehingga pihaknya khawatir akan memengaruhi persiapan kompetisi yang akan segera mereka jalani nanti. ’’Saya kira secara nasional, semua klub pasti merasakan hal yang sama sekarang,’’ terangnya.

Sementara itu, Ketua Pasti Mania –suporter Persinga Ngawi- Zaenal Arifin juga yakin ditetapkannya Joko Driyono sebagai tersangka tidak akan memengaruhi Persinga dan sepak bola di Ngawi. Menurut dia, selain Jokdri juga masih banyak masyarakat Ngawi yang peduli terhadap Persinga. Malah Zaenal berharap dengan kejadian itu ke depan Persinga bisa menjadi lebih baik. Dia juga berharap Jokdri mendapatkan keputusan yang terbaik. ’’Yang jelas, bagi kami pencinta sepak bola di Ngawi akan tetap mendukung Persinga, ada atau tidak dukungan Pak Jokdri,’’ tegasnya. (tif/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here