Jadi Korban Gendam, Duit Rp 65 Juta Ditukar Rp 2 Ribu

107

NGAWI – Apes menimpa Pujiastuti, 55, pegawai negeri sipil (PNS) di lingkup Pemkab Ngawi. Warga Dusun Jatirejo, Desa Patalan, Kendal, itu diduga digendam seorang laki-laki yang mengaku berasal dari Brunei Darussalam.

Akibatnya, duit senilai Rp 65 juta miliknya amblas, berganti pecahan Rp 2 ribu dan lembaran-lembaran kertas di sebuah amplop. ‘’Modusnya, pelaku minta bantuan tukar uang,’’ kata Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Muh. Indra Nadjib, Rabu (28/11).

Indra mengatakan, tindak penipuan tersebut terjadi pada Senin lalu (26/11) sekitar pukul 11.00. Lokasinya di Jalan Ahmad Yani, Ngawi, persis depan kantor dinas pendidikan (dindik). ‘’Sesaat setelah sadar menjadi korban penipuan, korban melaporkan ke Polres Ngawi,’’ ujarnya.

Ceritanya, Pujiastuti siang itu seorang diri berada di depan kantor Dindik Ngawi. Tiba-tiba, seorang pria tak dikenal menghampirinya. Kepada Pujiastuti, lelaki itu mengaku bernama Ibrahim. Setelah berbasa-basi sebentar, pelaku mengutarakan niatnya berinfak ke sebuah pondok pesantren di Kecamatan Mantingan. ‘’Korban diminta mengantar ke lokasi,’’ imbuh Indra.

Diduga kuat di bawah pengaruh gendam, Pujiastuti hooh saja ketika diajak masuk mobil menuju pondok pesantren seperti disebut Ibrahim. Dalam perjalanan, pelaku mengaku hanya mengantongi uang pecahan dolar Singapura. Alibi tukar rupiah pun dilancarkan kepada Pujiastuti. ‘’Pelaku minta bantu tukar uang,’’ terang kasat reskrim.

Sejatinya, niat buruk Ibrahim sempat tersendat saat itu. Pujiastuti tidak membawa uang tunai dalam jumlah banyak. Namun, lantaran sudah terpengaruh gendam, korban tetap saja kebobolan. Ibrahim tak kehabisan akal, meminta Pujiastuti mengambil tabungannya di Bank Jatim unit Kecamatan Kendal.

Pujiastuti yang sudah manut mengambil uang dari dua buku tabungannya sekaligus. ‘’Korban dua kali ambil duit dengan diantar pelaku. Pertama Rp 15 juta, kemudian Rp 50 juta di bank yang sama,’’ jelas Indra.

Setelah keluar bank, pelaku hendak mengantar korban dari Kendal kembali ke Ngawi. Dalam perjalanan, duit Rp 65 juta yang baru saja diambil Pujiastuti dari rekeningnya tersebut diminta Ibrahim. Ditukar dengan amplop tertutup yang kata pelaku berisi uang 1.600 dolar Singapura. ‘’Berdasar keterangannya, korban diturunkan di pertigaan Yon Armed 12 Ngawi,’’ imbuh Indra.

Sampai di situ, Pujiastuti belum sadar dirinya kena tipu. Korban lantas mencari becak dan menuju Bank BRI Cabang Ngawi dengan maksud menukarkan ’’uang’’ dalam amplop pemberian Ibrahim.

Pujiastuti baru menyadari apes menimpa dirinya sesaat setelah sampai di depan teller. Selembar uang pecahan Rp 2 ribu dan sejumlah sobekan kertas di dalam amplop membuat dada perempuan parobaya tersebut sesak seketika.

Polisi sedikit-banyak telah mengantongi petunjuk terkait gendam yang menimpa korban. Sesuai keterangan Pujiastuti di hadapan petugas, pelaku saat itu menggunakan mobil warna putih. Pun, melancarkan aksinya tidak seorang diri alias bersama beberapa rekannya. ‘’Sejumlah saksi sudah kami panggil untuk dimintai keterangan. Kasus ini akan kami lidik lebih lanjut,’’ pungkas Indra. (mg8/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here