Jabatan Wawali Yayak Tamat Jika Resmi Calonkan Bacaleg Perindo

155

MADIUN – Masa perbaikan daftar caleg sementara (DCS) sudah terlewati kemarin (31/7). Isu yang santer berembus, Wakil Wali Kota Madiun Armaya alias Yayak tercantum sebagai bacaleg dalam berkas DCS yang disodorkan Partai Perindo. Jika Yayak nyaleg, dapat diartikan masa baktinya sebagai wawali juga tamat. Sayangnya, tidak semua pihak bersedia buka-bukaan. ’’Kami belum bisa pastikan ada tidak namanya (Yayak) di DCS,’’ kata Komisioner Divisi Teknis Penyelenggaraan KPU Latutik Mukhlisin.

Pada hari terakhir perbaikan berkas persyaratan DCS kemarin, KPU membuka pintu mereka untuk 16 parpol yang terdaftar hingga pukul 24.00. Sampai pukul 20.00, tinggal Partai Hanura yang belum menyerahkan perbaikan berkas bacaleg jago mereka. Sejumlah parpol besar macam Partai Demokrat, PDI Perjuangan, atau parpol baru seperti Perindo sudah menyerahkan berkasnya. Uniknya, khusus Perindo, KPU mengaku tak tahu-menahu. ’’Bukan saya yang memeriksa,’’ ujarnya.

Latutik enggan buka-bukaan soal ada tidaknya nama Yayak di DCS Perindo yang diterima pihaknya. Sebelumnya, saat pagi kemarin, Yayak terpantau masih menghadiri kegiatan peringatan Hari Anak Nasional 2018 mendampingi Wali Kota Madiun Sugeng Rismiyanto (SR). Menurut Latutik, Yayak wajib mundur dari posisinya sebagai pejabat publik jika ingin nyaleg. Ketentuan itu diatur dalam PKPU 20/018 tentang Pencalonan Anggota DPR, DPRD Provinsi, dan DPRD Kota/Kabupaten. ’’Harus melepaskan jabatannya,’’ kata dia.

Namun demikian, Yayak tidak harus buru-buru angkat kaki dari ruang kerja wawali. KPU mensyaratkan Yayak hanya harus menyertakan sejumlah bukti komitmennya untuk mundur dari jabatannya jika ingin nyaleg. Di antaranya surat pengunduran diri dan bukti tanda terima dari penyerahan surat tersebut. Seluruh berkas itu wajib disertakan Perindo saat menyerahkan perbaikan berkas bacaleg mereka kepada KPU kemarin.

’’Keduanya harus disertakan pada masa perbaikan,’’ ujarnya. ‘’Tapi ada tidaknya itu di perbaikan berkas Perindo, kami tidak bisa pastikan,’’ lagi-lagi Latutik menutup-nutupi.

Latutik hanya memastikan satu hal. Yayak harus benar-benar angkat kaki dari balai kota paling lambat H-1 pengumuman daftar caleg tetap (DCT) pada 21 September mendatang. Pemberhentian pria yang juga menjabat ketua harian Madiun Putra FC (MPFC) itu haram dilakukan setelah namanya tercantum dalam DCT. ‘’Pada saat masa perbaikan, masih sebatas surat pengunduran diri dan bukti penerimaannya saja. Tapi nanti, paling lambat H-1 sebelum DCT ditetapkan dan diumumkan, sudah harus mundur,’’ terangnya.

Yayak enggan dikonfirmasi berkaitan dengan desas-desus mundurnya dia dari kursi AE 2. Saat coba dihubungi Jawa Pos Radar Madiun kemarin, pria yang juga menjabat ketua DPD Perindo itu enggan menjawab. Kendati di satu sisi, pengunduran dirinya dari balai kota semakin santer terdengar kemarin. ‘’Sudah ada pembicaraan akan mengundurkan diri (dari jabatan wawali),’’ ungkap seorang sumber yang enggan disebutkan namanya.

Jika Yayak benar mundur, maka SR pun akan kembali sendiri memegang nakhoda Balai Kota. Seperti saat dirinya ditinggal Bambang Irianto (BI) masuk bui, pasca haratan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dua tahun lalu. Jawa Pos Radar Madiun mencoba mengonfirmasi SR kemarin. Dia menyebut tidak tahu atas informasi Yayak akan mundur dan nyaleg lagi. Belum ada surat pengunduran diri dari Yayak di atas mejanya. ‘’Tidak tahu. Saya belum dapat laporan tertulis. Semua harus tertulis,’’ tandasnya. (naz/c1/ota)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here