Izin Watu Dakon Difasilitasi Zahrowi

134

MADIUN – Surat keterangan untuk pembangunan kolam pemancingan Watu Dekon Resort cacat administrasi. Dokumen bernomor 556/41/402.112/2017 dengan kop surat Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Madiun itu tidak sesuai prosedur pengurusan perizinan. ‘’Surat keterangan itu di luar SOP (standard operating procedure, Red),’’ kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Kabupaten Madiun Arik Krisdiananto kemarin (21/3).

Arik menyebut DPMPTSP seharusnya menjadi organisasi perangkat daerah (OPD) pertama yang didatangi. Pengusaha bakal diarahkan mengajukan proposal permohonan persetujuan pemanfaatan ruang di Dusun Krajan, Banjarsari Wetan, Dagangan, lokasi bakal wahana pemancingan. Selanjutnya ditindaklanjuti sesuai tahapan perizinan bersama OPD-OPD terkait. Bila semuanya sudah klir, izin tanda daftar usaha pariwisata (TDUP) akan dikeluarkan dinas pariwisata kepemudaan dan olahraga (disparpora). ‘’Disparpora yang terakhir,’’ ujarnya kepada Radar Mejayan.

Meski di luar SOP, Arik membela OPD koleganya itu. Sebab, ada niat baik dari diterbitkannya surat itu. Kehadiran Watu Dakon Resort menjadi momentum yang bagus untuk mengembangkan sektor pariwisata. Disparpora sebagai leading sector urusan itu pun memfasilitasi. Di sisi lain, tidak ada unsur kesalahan atas dua poin isi surat yang ditandatangani Kabid Pengembangan Pariwisata Isbani dengan atas nama Kepala Disparpora Yudi Hartono tersebut. ‘’Jadi, surat keterangan terbit pun tidak masalah,’’ ucapnya.

Surat keterangan itu menindaklanjuti pengajuan surat permohonan rekomendasi jasa usaha pemancingan Agus Suyanto di Banjarsari Wetan. Diperkuat pemerintah desa (pemdes) Banjarsari Wetan dan Kecamatan Dagangan sebagai wilayah usaha. Poin pertamanya menjelaskan lahan seluas sekitar lima hektare di desa itu bakal dibangun kawasan wahana pemancingan. Selanjutnya, mewajibkan pemohon mengajukan segala hal berkaitan perizinan sesuai undang-undang (UU) yang berlaku. ‘’Persoalannya, pengusaha tidak melaksanakan isinya. Belum ada sama sekali pengajuan ke kami,’’ ungkap Arik.

Yudi menolak berkomentar ihwal penerbitan surat keterangan tersebut. Dia melemparkannya ke DPMPTSP dengan alasan hasil rapat koordinasi (rakor) keterangan ke publik satu pintu di OPD-nya Arik. Namun, secara umum, dinasnya mengira bila pengusaha tidak jadi membangun kolam pemancingan. Sehingga tidak memonitor tindak lanjut proses mengurus perizinan meski mengeluarkan surat keterangan setelah ada konsultasi dari pengusaha. ‘’Komentar saya sama seperti yang disampaikan Pak Isbani (berita Radar Mejayan edisi Selasa, 19 Maret 2019),’’ katanya.

Sumber internal di lingkup pemkab menyebut, ada sosok Camat Dagangan Muhamad Zahrowi di balik terbitnya surat keterangan awal 2017 itu. Dia memfasilitasi permohonan pembangunan kolam pemancingan Watu Dakon ke Isbani. Dimintai konfirmasi, Zahrowi tidak menampiknya. Keterlibatannya dinilai tidak menyalahi aturan karena tugasnya camat. Pembangunan wahana juga menjadi bagian rencana pengembangan pariwisata di wilayahnya. ‘’Kami memfasilitasi dan memberikan arahan ke pengusaha,’’ ujarnya.

Zahrowi memahami surat keterangan disparpora hanya sebagai pegangan awal. Karenanya, dia meminta ditindaklanjuti dengan mengurus dan melengkapi izin ke DPMPTSP. Dia tidak menyangka bila ternyata izin TDUP hingga kini belum juga dikantongi. Sebab, pengusaha sesumbar menyanggupi. Pun sudah memperingatkan risiko yang bakal ditanggung. Terutama saat mengetahui pengerukan sudah berjalan sementara izin jalan di tempat. ‘’Tapi, pengusaha kan sudah komitmen rencana investasi dengan masalah yang kemungkinan bakal terjadi,’’ tuturnya.

Camat tidak tahu saat disinggung surat keterangan disparpora diklaim sebagai nomor izin dalam banner proyek pembangunan. Pun mengklaim baru tahu ada spanduk proyek yang dipasang di pagar rumah warga setelah ada pemberitaan media massa. Karenanya, pengembang langsung diminta untuk melepas. Saat disinggung abai memonitor perjalanan surat keterangan disparpora, Zahrowi menolaknya. ‘’Kami memang memfasilitasi. Tapi, apa ya mungkin. Istilahnya, menggendong dari mulai bangun tidur sampai berjalan,’’ ucapnya. (cor/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here