Belum Kantongi SIUP-MB, Izin Karaoke Maut Terancam Dicabut

263

MEJAYAN – Karaoke tempat Grace dan Tika bekerja maladministrasi. Salah satu tempat hiburan malam (THM) di Kecamatan Mejayan itu ternyata belum mengantongi surat izin usaha perdagangan minuman beralkohol (SIUP-MB) dari Dinas Perdagangan Koperasi dan Usaha Mikro (Disperdakop-UM) Kabupaten Madiun. Artinya, karaoke yang digegerkan kasus kematian pemandu lagu (PL)-nya itu melabrak Perda 5/2015 tentang Pengendalian dan Pengawasan Peredaran Minuman Beralkohol. ‘’Kami belum mengeluarkan rekomendasi SIUP-BM,’’ kata Kabid Perdagangan Disperdakop-UM Kabupaten Madiun Agus Suyudi kemarin (25/12).

Regulasi dengan 31 pasal itu berisi mulai penggolongan minol, sistem penjualannya, hingga pemberian sanksi administratif dan pidana. Minol terdiri golongan A dengan kadar ethanol 1 hingga 5 persen; golongan B (5 persen hingga 20 persen); dan golongan C (20 persen hingga 55 persen atau lebih). Ancaman sanksi terberat atas pelanggaran adalah pencabutan izin serta pidana kurungan tiga bulan dan atau denda maksimal Rp 50 juta.

Agus mengungkapkan THM itu sejatinya telah mengantongi izin tanda daftar usaha pariwisata (TDUP) dari dinas pariwisata pemuda dan olahraga (disparpora). Pemiliknya telah mengajukan SIUP-BM ke tempatnya sekitar empat bulan lalu. Namun, permohonan itu tidak dapat diproses. Sebab kategori minol yang dijual tidak sesuai dengan jenis usahanya. ‘’Minol itu hanya untuk hotel berbintang dan rumah makan atau restoran tertentu, bukan karaoke,’’ bebernya kepada Radar Mejayan.

Dia meminta manajemen karaoke mengubah jenis usahanya bila ingin mengantongi SIUP-MB. Pemilik usaha terkesan tidak proaktif. Sebab hingga kini belum ada tindaklanjutnya. Kasus kematian yang belum lama terjadi menjadi bukti sahih adanya pelanggaran perda. ‘’Di luar kejadian ini, belum ada satupun tempat karaoke yang memperoleh rekomendasi SIUP-MB,’’ ungkapnya.

Kepala Disperdakop-UM Kabupaten Madiun Anang Sulistyono menambahkan SIUP-MB bukan bagian dari paket izin TDUP. Proses mengurus legalitas berjualan minol baru dilakukan setelah semua urusan izin di Disparpora tuntas. Pendek kata, bila THM atau hotel dan rumah makan tempat tertentu belum mengantongi TDUP, lembaganya tidak akan mengeluarkan rekomendasi berjualan minol. ‘’Wewenang kami di bagian akhir,’’ ucapnya.

SIUP-MB menjadi modal penting THM menjual minol. Bisa diperoleh dengan langkah pengusaha minuman dan pemilik karaoke mengajukan permohonan ke tempatnya. Permohonan tersebut memaparkan detail dari produk yang bakal dijual ke umum. Pihaknya lantas melakukan kajian menyesuaikan ketentuan yang ada. ‘’Rekomendasi dikeluarkan bila memenuhi persyaratan,’’ tandasnya.

Diketahui, nyawa Grace dan Tika, PL di tempat karaoke di Kecamatan Mejayan, itu melayang. Keduanya sempat menenggak miras jenis bir kala menemani tamunya.  Belakangan, polisi menduga penyebab kematian Tika bukan overdosis. Melainkan penyakit yang dibuktikan lewat rekam medik. Sedangkan Grace masih penyelidikan. (cor/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here