Ponorogo

Izin Kampanye Pilkada Ponorogo Diperketat

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Masa kampanye Pemilu Kepala Daerah (Pilkada) Ponorogo dikhawatirkan akan memperparah pandemi Covid-19. Mengantisipasi hal itu, kedua bakal pasangan calon (bapaslon) mendeklarasikan kepatuhan penegakan protokol pencegahan Covid-19. ‘’Kesadaran mematuhi protokol kesehatan harus dimiliki semua pihak. Termasuk bapaslon yang akan terjun di pilkada,’’ kata Kapolres Ponorogo AKBP Mochamad Nur Azis Kamis (10/9).

Deklarasi diikrarkan di Jalan Alun-alun Utara kemarin. Bapaslon Sugiri Sancoko-Lisdyarita hadir. Sedangkan, bapaslon Ipong Muchlissoni-Bambang Tri Wahono, hanya menghadirkan Bambang. Ketiganya pun menandatangani deklarasi bersama Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), serta sejumlah elemen.

Azis menyebut, pandemi Covid-19 berpotensi semakin parah pada masa kampanye. Apalagi jika model kampanye pengumpulan massa digunakan. Cara untuk menekan potensi persebaran dalam situasi tersebut adalah disiplin protokol Covid-19. ‘’Kalau memang diperlukan untuk dibubarkan (kampanye, Red), kenapa tidak?’’ ucapnya.

Izin menggelar kampanye terbuka juga bakal diperketat. Izin keramaian dibatasi maksimal 40 persen jika digelar di dalam ruangan. Sedangkan di tempat terbuka, massa dibatasi 100 orang. Selain dari kepolisian, tim bapaslon juga harus mengantongi izin dari gugus tugas Covid-19. ‘’Bapaslon yang melanggar akan ditindak bawaslu, yang menaungi penegakan hukum terpadu (gakkumdu). Boleh kampanye, tapi harus patuh protokol kesehatan,’’ tegas kapolres. (naz/c1/sat)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close