IVA-Pap Smear Cegah Kanker Serviks

20

MADIUN – Kanker serviks atau kanker leher rahim dan kanker payudara merupakan dua penyakit yang rentan menyerang perempuan. Sekitar 10,3 persen dari 92 ribu kasus kematian pada kaum hawa di dunia diakibatkan kanker serviks.

Sebagai upaya menekan kasus kanker serviks, Dinas Kesehatan dan Keluarga Berencana (Dinkes dan KB) dengan Tim Penggerak PKK Kota Madiun menyelenggarakan Awareness dan Deteksi Dini Kanker Leher Rahim dan Kanker Payudara yang diselenggarakan di Wisma Haji Madiun. ‘’Kami sudah merintis beberapa kegiatan terkait dengan dua penyakit itu dengan menggalakkan dan mengimbau seluruh instansi kesehatan di Kota Madiun untuk melaporkan segera jika ada penduduknya yang teridentifikasi kanker serviks,’’ kata Kepala Dinkes-KB Kota Madiun, dr AS Wardani kemarin (2/4).

Dia menuturkan, tujuan diadakannya kegiatan ini adalah meningkatkan  kesehatan dan pengetahuan wanita usia subur di Kota Madiun khususnya tentang kanker leher rahim dan kanker payudara. Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) yang diadakan pada 2013-2018, jumlah penderita kanker serviks mengalami peningkatan. ‘’Salah satu upaya Dinkes-KB Kota Madiun untuk menekan angka kenaikan itu dengan menggelar pelayanan tes IVA dan Pap smear,’’ jelas dr Wardani.

Pencegahan terhadap kanker serviks dapat dilakukan dengan program skrinning dengan melakukan tes Pap smear, tes Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) dan pemberian vaksinasi. Pap smear berguna untuk mendeteksi jika ada sel-sel abnormal yang berpotensi berubah menjadi sel kanker. ‘’Disarankan pada wanita yang telah aktif secara seksual dan berusia 25-49 tahun diperiksa setiap tiga tahun sekali. Sedangkan wanita berusia 50-64 tahun dapat diperiksa setiap lima tahun sekali,’’ ungkapnya.

Acara yang dihadiri oleh wanita usia 30-49 tahun se-Kota Madiun sebanyak 1.200 orang ini mengahadirkan dr Maya Purwaningtyas, SpOG sebagai narasumber. Dalam seminar itu dijelaskan bahwa semua kasus kanker serviks disebabkan oleh human papillomavirus atau HPV. HPV inilah yang mengganggu sel-sel leher rahim untuk bisa berfungsi secara normal dan akhirnya bisa memicu kanker. HPV sangat umum ditularkan melalui hubungan seks yang dapat menjadi penyebab munculnya kanker serviks.

Di Kota Madiun tahun 2018 ditemukan 135 perempuan dengan IVA positif dari 2.980 perempuan yang diperiksa. ‘’Sudah disampaikan oleh narasumber bahwa 70-90 persen perempuan datang ke rumah sakit sudah dalam kondisi stadium lanjut. Jadi untuk angka kesembuhan berat dan angka harapan hidup rendah,’’ paparnya.

Selain kanker serviks, lanjut Wardani, kanker payudara  juga merupakan momok bagi sebagian besar wanita di dunia. Dari beberapa survei yang dilakukan hampir seluruh dunia, kasus kematian yang disebabkan oleh penyakit ini sangat besar sekaligus menempati urutan kedua dalam jenis kanker pembunuh khususnya bagi wanita. ‘’Pemeriksaan kanker payudara dapat dilakukan dengan bantuan tenaga medis atau melakukannya sendiri di rumah. Pemeriksaan payudara secara pribadi dapat dimulai dengan SADARI (Periksa Payudara Sendiri),’’ jelasnya.

Kegiatan ini mendapat banyak dukungan dari berbagi pihak. Hal itu tampak pada antusias masyarakat dan dari pihak legistalif pun turut serta mendukung dengan memberikan usulan agar setiap tahun menambah jumlah peserta. ‘’Kami berharap wanita khususnya di Kota Karismatik yang belum sempat ikut tes IVA dan Papsmear untuk segera melakukan tes. Pelayanan dapat dilakukan di klinik dan puskesmas terdekat. Deteksi sedini mungkin dapat meningkatkan angkat sembuh dan harapan hidup tinggi,’’ papar Wardani. (mga/her/adv)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here