Isyanto Terus Berkarya Torehkan Wayang Beber Luar Biasa

134

Di tengah perjuangan melawan sakitnya, Isyanto tak pernah berhenti berkarya. Seniman asal Kertosari, Babadan itu kembali menorehkan karya terbarunya. Wayang beber yang tak hanya berlapis kulit melainkan emas 2,5 x 1,5 meter. Wayang berukuran raksasa ini diselesaikannya dalam kurun empat bulan. Harganya tembus Rp 150 juta. Menunjukkan kelasnya sebagai perajin wayang terbaik nasional 1993 silam.

SENGKUNI dalam dunia pewayangan dikenal sebagai tokoh dengan karakter licik. Apapun yang dilakoni, semata demi menumbangkan pandawa lima. Namun, hasil dari politik culas itu bukan untuk dinikmatinya sendiri. Ada 100-an bala kurawa yang dibela di belakangnya. Berbeda dengan Rahwana yang mati-matian berjuang untuk kepentingannya sendiri; merebut cinta Dewi Sinta.

Nukilan kisah itu disampaikan Isyanto saat koran ini mendatangi kediamannya. Berhubungan dengan karya terbarunya yang dalam sekali pandang terlihat bukan sembarangan. Selain berukuran raksasa, oleh si empunya dilapisi emas. Di lembar beber 2,5 x 1,5 meter itu beberapa tokoh wayang digambarkan saling berhadapan. Lapisan emas murni membuat setiap karakter berkilauan jika tersorot cahaya. Sisi estetikanya diperkuat detail pahatan dan paduan warna. Membuat selembar wayang ini pantas ditebus Rp 150 juta. ‘’Ini pesanan Pak Bambang Sulistyono yang dulu pernah menjabat kepala Basarnas,’’ ungkapnya.

Sembari bercerita, tangannya tak henti memahat pola kulit kerbau yang sudah berbentuk salah satu karakter wayang. ‘’Cerita pewayangan itu sarat nilai dan pesan kehidupan. Tapi saya bukan dalang, jadi gak terlalu pandai bercerita. Kalau urusan membuat wayang mungkin satu-satunya,’’ kelakarnya.

Di usianya yang menginjak kepala enam, Isyanto tetap setia menekuni kerajinan spesial ini. Warga Ponorogo perlu tahu jika wilayahnya memiliki maestro perajin wayang kulit yang sudah melanglang nusantara. Bahkan, namanya dikenal hingga Singapura, Belanda, Perancis dan Amerika. ‘’Setiap detil pengerjaan harus diperhatikan. Mencari kulit kerbau-nya pun tak boleh sembarangan,’’ jelasnya.

Proses pengerjaan karya terbarunya itu empat bulan. Perburuan kulit kerbau kualitas jempolan dari Jawa Tengah makan waktu hampir dua bulan. Harus mencari kulit yang coraknya benar-benar tidak bercampur warna lain. Juga, bersih dari sisa lekatan daging.  Kulit pilihan itu lantas dibentangkan menggunakan alat khusus agar menjadi pipih dan melebar. Tidak menggulung. ‘’Setelah itu baru dipola. Saya sendiri yang membuat konsepnya,’’ urainya.

Dalam proses kreatifnya, Isyanto hanya dibantu dua pekerja. Dia mengawasi betul proses pahatan agar hasilnya sesuai harapan. Tapi, melukis dan pewarnaan tak bisa diwakilkan. Sebab, tahap itu menjadi penentu keindahan. Termasuk pelapisan emas murni di setiap karakter wayang. Sepungkasnya serentetan proses itu, wayang beber lantas dibingkai kayu jati yang dikaitkan benang wol berpola zig-zag. ‘’Ini sudah siap dikirim,’’ pungkasnya. *** (fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here