Isu Doktrin Kiamat, Jemput Pulang Anak-Anak ke Bumi Reyog

110

PONOROGO – Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni resmi menyurati Plt Bupati Malang Sanusi. Ini  terkait adanya fenomena puluhan warga Bumi Reyog yang hijrah karena isu doktrin kiamat. Surat tersebut menyampaikan bahwa tim khusus yang dibentuk pemkab setempat bakal diberangkatkan ke Pondok Pesantren (Ponpes) Miftahul Falahil Mubtadiin, Kasembon, Malang. ’’Tujuannya memfasilitasi dan memediasi puluhan warga yang ada di ponpes itu,’’ kata Wakil Bupati (Wabup) Ponorogo Soedjarno.

Tim khusus terdiri dari unsur Kemenag; MUI; disdukcapil; dindik; dinkes; kesbangpol; camat Badegan; serta kepala Desa Watu Bonang, Badegan, Ponorogo. Mereka bakal memfasilitasi dan memediasi agar anak-anak yang diajak warga tersebut dapat mengikuti ujian. ’’Tim khusus sudah dibentuk berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Ponorogo,’’ ujar wabup.

Data yang dihimpun Radar Ponorogo, sedikitnya terdapat sepuluh siswa yang turut diajak orang tuanya hijrah ke Malang. Tiga di antaranya merupakan siswa kelas VI yang beberapa hari ke depan akan mengikuti ujian. ’’Sebisa mungkin gol kami bagaimana anak-anak ini dapat ikut ujian,’’ tuturnya.

Selain itu, tim khusus akan memfasilitasi agar warga yang hijrah dapat menyalurkan hak pilih. Seperti diberitakan sebelumnya, dari total 62 warga, 75 persen di antaranya telah memiliki hak pilih. Seluruhnya belum melaporkan pindah pilih ke KPU Ponorogo. Sementara batas waktu pelaporan pindah pilih telah ditutup 17 Maret lalu.

Soedjarno menyampaikan, tim khusus akan memfasilitasi agar warga dapat mencoblos di Malang atau kembali ke daerah asal. Karena itu, pihaknya telah melayangkan surat ke ponpes tersebut dengan tembusan ke bupati; MUI; camat Kasembon, Malang; dan gubernur Jatim. ’’Warga yang hijrah juga tidak membawa surat pindah,’’ ungkapnya.

Tim khusus juga akan memfasilitasi warga mengantongi surat bepergian. Sebagai bukti formil, mereka pindah sementara dari tempat tinggal asal. Sehingga dapat meredam situasi yang kian meresahkan akibat isu doktrin kiamat. ‘’Kami melibatkan semua unsur sehingga dapat membantu proses tersebut,’’ terangnya.

Tim khusus tersebut bakal berangkat Jumat mendatang (29/3). Pihaknya berharap, warga yang bersangkutan bersedia kembali ke desa asal. Terutama siswa yang diajak ke sana. ’’Anak-anak agar tidak terbengkalai pendidikannya, karena menyangkut masa depan juga,’’ tegasnya.

Dengan hadirnya tim tersebut, pihaknya juga berharap dapat meredam situasi yang telah meresahkan warga. Khususnya di Desa Watu Bonang, Badegan, terkait isu doktrin kiamat yang terus mencuat di publik. ‘’Kami harapkan tim pulang membawa hasil seperti yang kita inginkan bersama,’’ ucapnya. (mg7/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here