ISSI Kota Madiun, Bangunlah dari Tidurmu!

174

MADIUN – Pembinaan atlet di Kota Madiun belum sepenuhnya berjalan optimal. Tak semua cabang olahraga (cabor) yang ada terlibat aktif dalam berbagai kejuaraan lantaran induk organisasinya vakum.

Pengcab Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Kota Madiun misalnya. KONI mencatat sudah hampir lima tahun induk organisasi sport sepeda itu vakum.

Ketua KONI Kota Madiun Tatok Raya tak menampik hal tersebut. Menurut dia, itu disebabkan beberapa faktor. Selain minimnya atlet, juga karena persoalan di internal pengcab ISSI Kota Madiun. ’’Makanya setelah nanti kabinet saya terbentuk, cabor-cabor itu akan kami ajak diskusi supaya dapat diketahui persoalannya,’’ katanya kepada Jawa Pos Radar Madiun kemarin (24/12).

Tatok memang berhasrat menghidupkan kembali cabor yang sudah lama mati suri. Tujuannya agar lahir atlet-atlet berprestasi dari Kota Madiun. Oleh sebab itu, semua cabor bakal mendapatkan perhatian serius. ’’Minimal kepengurusan cabor yang dimaksud itu ada dulu. Baru kemudian dibentuk program kerjanya. Seperti apa dan bagaimana ke depan,’’ terang pria yang sebelumnya menjabat ketua harian KONI Kota Madiun itu.

Dukungan agar Pengcab ISSI Kota Madiun dihidupkan kembali datang dari berbagai pihak. Tanpa kecuali mantan atlet balap sepeda Kota Karismatik, Samuel Dwi Setiawan. Apalagi saat ini olahraga bersepeda tengah berkembang di kalangan masyarakat. ’’Peminatnya banyak. Tentu bagus kalau ISSI Kota Madiun aktif lagi,’’ ujarnya.

Diakuinya, saat ini banyak anak muda Kota Madiun yang berpotensi dijadikan atlet balap sepeda. Misalnya, Attila Lazuardi dan Naufan Farhan Nugie Murtadho. Selain energik, semangat keduanya untuk berlatih patut diacungi jempol. ’’Selama ini mereka bingung mau menyalurkan ke mana bakatnya tersebut,’’ ujar peraih medali emas pada kejurnas balap sepeda di Bandung pada 2004 itu.

Hal senada diungkapkan Hadi, cyclist dari Banjarejo Road Bike (BRB). Dia berharap ISSI Kota Madiun bisa bangkit lagi setelah lama vakum. Apalagi, di Kota Madiun banyak tokoh-tokoh potensial untuk dijadikan ketua atau pengurus organisasi sport sepeda tersebut. Seperti Aris Sudanang (direktur Radar Madiun), Sony Hendarto (pengusaha), dan Slamet. ’’Mereka selama ini concern di dunia cycling,’’ ungkapnya. (her/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here