ISSI dan PSTI Terancam Gagal Ikut Puslatda

165

MADIUN – KONI Kota Madiun sudah berancang-ancang menggelar pemusatan latihan daerah (puslatda) proyeksi Porprov Jatim di Lamongan. Namun, masih ada sisa-sisa persoalan di sejumlah pengurus cabang olahraga (pengcab) yang harus dituntaskan terlebih dahulu.

Misalnya, kevakuman yang terjadi dalam kepengurusan Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Kota Madiun dan Persatuan Sepak Takraw Indonesia (PSTI). Dua pengcab yang secara organisasi bermasalah itu terancam tidak akan diberi kepercayaan menyelenggarakan puslatda. ’’Karena kepengurusannya tidak aktif, bagaimana bisa diikutkan dalam puslatda,’’ kata Ketua KONI Kota Madiun periode 2014-2018 Joko Susilo.

Selain itu, ISSI dan PSTI Kota Madiun tidak menyerap anggaran hibah yang diberikan oleh KONI pada 2018 lalu. Hanya, berapa alokasi dana yang dimaksud tidak disebutkan Joko. Masalah lainnya, masa jabatan pengurus ISSI dan PSTI dimungkinkan sudah berakhir. Karena tidak ada kepengurusan yang sah secara yuridis, KONI Kota Madiun tidak mau ambil risiko memberikan dana maupun fasilitas kepada kedua pengcab tersebut pada 2019. ’’Secara organisasi, harus ada pemilihan ulang melalui musyawarah daerah luar biasa (musdalub),’’ ujar Joko.

Dia menyebutkan, pada tahun depan setidaknya pemkot mengalokasikan anggaran hibah kepada KONI sekitar Rp 5,9 miliar. Dana itu dipecah menjadi empat kegiatan utama. Yakni, untuk membiayai keikutsertaan Kota Madiun dalam ajang Porprov VI di Lamongan, persiapan pra-porprov, training center (TC) atau pusat latihan daerah (puslatda), serta anggaran rutin untuk 26 cabor.

Khusus anggaran rutin murni dikelola cabor. Nilai totalnya mencapai Rp 3,1 miliar. Sedangkan, untuk anggaran pra-porprov sekitar Rp 700 juta dan dana untuk pelaksanaan porprov termasuk bonus sebesar Rp 2,1 miliar. ‘’Pemkot sudah welcome, tinggal kita nanti (memanfaatkan hibah dengan baik),’’ tutur Joko.

Sebelumnya, Ketua KONI Kota Madiun terpilih Tatok Raya mengaku hanya mempunyai waktu sekitar enam bulan untuk menyiapkan cabor menghadapi Porprov 2019. Karena itu, dibutuhkan perencanaan yang matang. Supaya cabor mana saja yang berpotensi meraih medali dapat terpetakan. ‘’Kalau sudah tahu potret masing-masing cabor, tentu memudahkan kami mana yang bisa didorong (berprestasi),’’ kata pria yang berdomisili di Jalan Ciliwung itu. (her/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here