MadiunPendidikan

Isi Kursi di Luar Jadwal Resmi, SMAN 1 Nglames Sebut Hanya Menampung

Kepastian Diterima Tunggu Petunjuk Cabdindik

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Proses penjaringan calon siswa berlanjut pada jadwal daftar ulang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020/2021 jenjang SMAN. Senin (29/6) sejumlah lulusan SMP mendaftar masuk SMAN 1 Nglames. Lembaga pendidikan itu diketahui masih kekurangan 47 siswa dari jatah pagu 315.

Mengacu petunjuk teknis (juknis) PPDB Jenjang SMA, SMK, dan SLBN Jawa Timur 2020 Nomor 188.4/2336/101.7.1/2020, pendaftaran rampung Sabtu (27/6). Penjaringan dalam tiga gelombang, yakni jalur afirmasi, zonasi, dan nilai rata-rata rapor. ‘’Saya mau daftar PPDB,’’ kata Prima Baihaqi Dwiyanto, 16.

Prima bersama dua temannya mendatangi SMAN 1 Nglames. Ketiganya sama-sama tidak diterima masuk salah satu SMKN di Kabupaten Madiun. Ketika mendengar kabar masih membuka pendaftaran, mereka buru-buru menyerahkan berkas persyaratan. ‘’Daftar ke sini karena masih buka,’’ ujar warga Desa/Kecamatan Balerejo itu.

Kepala SMAN 1 Nglames Imron Rosidi tidak memungkiri bahwa rangkaian PPDB telah selesai. Baik pendaftaran maupun daftar ulangnya. Sesuai jadwal laman PPDB Jatim, kemarin agenda registrasi calon siswa diterima jalur nilai rata-rata rapor. Perihal pendaftaran di luar ketentuan, dia menyebut telah berkonsultasi dengan Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) Jatim Wilayah Madiun. ‘’Kami hanya mendata dan menampung anak-anak yang belum dapat sekolah,’’ katanya.

Imron mengungkapkan, 15 calon siswa didata dan ditampung kemarin. Belasan anak itu rata-rata tereliminasi dari SMK pilihan sebelumnya. Penekanan penerimaan itu dengan pertimbangan memenuhi hak pendidikan anak. Di sisi lain, dia belum bisa memastikan sampai kapan proses menampung calon siswa di luar ketentuan berlangsung. Juga kepastian bisa tidaknya mengisi kursi yang belum terisi. ‘’Kami masih menunggu informasi dan petunjuk cabdindik,’’ ujar mantan kepala SMAN 1 Kota Madiun itu.

Di Smalakama, sebutan SMAN 1 Nglames, PPDB kali ini hanya bisa menjaring 268 calon peserta didik baru. Perinciannya, 42 anak pada gelombang pertama; 194 (gelombang kedua); dan 32 (gelombang ketiga). ‘’Kemungkinan yang ditampung itu bisa diterima karena pagu kami belum terpenuhi,’’ ucap Imron. (den/c1/cor)

Pertimbangkan Anak Belum Dapat Sekolah

KEPALA Cabdindik Jatim Wilayah Madiun Supardi membenarkan langkah SMAN 1 Nglames berdasar rekomendasi lembaganya. Bukan hanya Smalakama, melainkan enam lembaga pendidikan yang masih defisit siswa dalam PPDB 2020/2021.

Ketujuh SMAN itu diperkenankan mendata dan menampung calon pendaftar lulusan SMP yang belum dapat sekolah. ‘’Hari ini (kemarin, Red) masih kami ajukan permohonan izinnya ke pemprov,’’ katanya.

Supardi belum dapat memastikan bisa atau tidaknya tujuh SMAN itu menerima pendaftar baru. Sebab, sesuai jadwal, PPDB berakhir Sabtu (27/6). Urusan perpanjangan masa pendaftaran membutuhkan regulasi resmi. Payung hukum diperlukan supaya tidak bermasalah di kemudian hari. ‘’Pertimbangannya adalah supaya mereka (pelajar yang tereliminasi, Red) tetap mendapatkan sekolah,’’ terangnya.

Dia belum bisa memastikan kapan jawaban pemprov turun. Namun, berkaca pelaksanaan tahun-tahun sebelumnya, pemberian waktu perpanjangan tidak sampai satu pekan. Hanya satu atau dua hari. ‘’Prinsipnya pelayanan kepada masyarakat. Kalau sampai ada anak yang tidak sekolah malah repot,’’ ujarnya.

Menurut Supardi, kekurangan siswa saat PPDB merupakan masalah pendidikan di berbagai daerah. Penyebabnya, jumlah lulusan SMP tidak seimbang dengan pagu. Belum lagi harus dibagi dengan satuan pendidikan lain seperti SMK atau MA. Karenanya, pelaksanaan PPDB selalu dievaluasi setiap tahun. ‘’Mengenai kebijakan selanjutnya, ranah pemprov,’’ pungkasnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close