Ponorogo

Ipong Longgarkan Evaluasi Dana Kesenian

’’Ini Soal Seni, Jangan Terlalu Ketat lah’’ Bupati Ponorogo Ipong Muchlisoni

PONOROGO, Jawa Pos Radar Ponorogo – Tren pengalokasian dana kesenian tidak terputus. Sejak penganggaran miliaran rupiah ke setiap desa itu dimulai 2016 silam. Wujudnya bisa berupa bantuan sosial (bansos) untuk paguyuban kesenian yang sudah berbadan hukum. Atau, melalui bantuan keuangan khusus desa (BKKD). ‘’Bisa ditambah, mungkin sekitar Rp 2 miliar untuk tahun depan,’’ kata Bupati Ponorogo Ipong Muchlisoni Rabu (23/10).

Ipong percaya, kucuran dana miliaran rupiah itu efektif dan tepat sasaran. Kendati evaluasi yang dilakukan pemkab sejauh  ini sebatas administratif. Perincian penggunaannya dilaporkan dalam surat pertanggungjawaban (SPj). Pun, jika ada yang menyalahi aturan, tiada sanksi yang mengikat. ‘’Ini soal seni, jangan terlalu ketat lah,’’ ujarnya.

Alokasi dana kesenian pasang surut setiap tahunnya. Pada 2019 ini dijatah Rp 1 miliar. Naik dua kali lipat dari tahun sebelumnya Rp 500 juta. Sementara 2016 alokasinya mencapai Rp 2 miliar dan Rp 1,8 miliar pada 2017. Besaran penerimaan menyesuaikan pengajuan setiap desa. Dengan kucuran dana ini, Ipong berharap kesenian reyog lebih digeliatkan Sebab, dari 307 desa di Ponorogo, masih ada yang pasif. (dil/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close