Mejayan

Investor Mal dan Hotel Incar Caruban

CARUBAN – Bupati Madiun Ahmad Dawami angkat bicara soal seretnya nilai investasi di masa kepemimpinannya dibanding tahun sebelumnya. Menurutnya, nilai investasi di Kabupaten Madiun ikut terkerek dengan keberadaan ruas tol trans-Jawa. Bukan hanya industri, tapi juga properti. Namun, dia sebenarnya bukan memprioritaskan sektor-sektor itu. ’’Karena nanti yang diprioritaskan jelas yang memiliki nilai lebih untuk sektor lokal,’’ kata Kaji Mbing, sapaan bupati.

Kaji Mbing menyebut bahwa investasi akan mengikuti kreativitas. Jika masyarakat Kabupaten Madiun makin kreatif, maka banyak juga investor yang akan menanamkan modal. Bahkan, jika kreativitas itu memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi, maka hasilnya pun akan lebih bagus. Nilai investasi yang akan tertanam di Kabupaten Madiun akan semakin meningkat. Lantaran tak hanya disokong dari sektor perindustrian dan properti yang diklaim memiliki nilai yang hampir sama besar. ’’Tinggal bagaimana masyarakat mengembangkan kreativitas mereka,’’ ujarnya.

Selain itu, bupati menyebut bahwa investasi tahun ini tetap akan tergenjot. Lantaran sudah ada beberapa calon investor yang sudah siap menanam modal. Pun, dia ingin Kota Caruban menjadi pusat pemerintahan yang  tentu akan ada pusat perbelanjaan berupa mal dan perhotelan. Sementara di daerah lain akan ada pasar berjejaring yang juga akan ditata. Akan ditentukan jumlahnya di tiap kecamatan. ’’Agar nanti tidak mengganggu pasar–pasar tradisional,’’ tuturnya.

Bupati mengakui bahwa selama ini sektor yang paling besar di Kabupaten Madiun adalah sektor pertanian. Bumi Kampung Pesilat mayoritas wilayah pedesaan yang mana masyarakatnya masih banyak bergerak untuk menanam tanaman pangan dan beternak. Meski begitu, dia tak lantas menyebut bakal memprioritaskan sektor pertanian untuk para investor yang hendak menanam modal. ’’Sektor mana pun bisa menjadi prioritas, tergantung nanti dari keuntungannya yang paling besar dari mana,’’ katanya.

Pun, dia menyoroti salah satu hasil bumi di Kabupaten Madiun yang tak lain adalah porang. Tumbuhan jenis umbi–umbian ini memang banyak sekali tumbuh di Kabupaten Madiun. Khususnya di beberapa kecamatan seperti Saradan, Kare, dan Dagangan. Kaji Mbing menyebut akan mengeksplorasi produk–produk yang bisa dihasilkan dari mengolah porang. Jika nanti sudah benar-benar berkembang, baru berpindah ke yang lain. ’’Contohnya begitu, dan potensi di Kabupaten Madiun tidak hanya porang. Hasil bumi yang lain juga banyak,’’ ungkapnya. (fat/c1/ota)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close