Investor Industri Pariwisata di Magetan Kian Menjamur

80

MAGETAN – Banyak potensi alam Magetan yang layak dieksplorasi. Tak heran jika para investor berbondong-bondong menanamkan modalnya untuk membangun industri pariwisata. Salah satunya Mbah Djo Resort di Kecamatan Plaosan, Magetan. Bukan sekadar restoran, resor yang dikelola pihak swasta di Jalan Tembus  Sarangan-Tawangmangu ini juga menawarkan view atau spot foto menarik.

Lantas bagaimana nasib objek wisata yang dikelola Pemkab Magetan dengan bermunculannya investor tersebut? ‘’Kami tidak merasa terancam. Justru mereka ikut membantu pemkab mengembangkan objek wisata baru,’’ kata Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kabupaten Magetan Suwata kemarin (8/2).

Menurut Suwata, semakin banyak investor yang membangun industri pariwisata, maka semakin memberi alternatif bagi wisatawan. Sebab, banyak pilihan yang bisa dijadikan jujukan di Kabupaten Magetan. Semakin banyak pilihan, semakin banyak pula masyarakat yang berkunjung. Pengunjung tidak akan bosan ke Magetan. ‘’Ibarat rumah makan yang menyediakan banyak pilihan menu. Pengunjung bebas mau pilih yang mana,’’ ujarnya.

Tak hanya investor, desa yang memiliki potensi pariwista juga didorong untuk mengembangkannya. Seperti Genilangit, Poncol, dan tubing Desa Tapen, Lembeyan. Keberadaan desa-desa wisata itu juga menambah warna bagi pariwisata di Magetan. Karena itu, saat ini dibentuk kelompok sadar wisata (pokdarwis) untuk mengembangkan destinasi desa wisata baru. ‘’Jadi, pengunjung yang datang tidak hanya jajan satu menu. Banyak pilihannya,’’ tuturnya.

Selain mendorong, pemkab juga berkomitmen ikut andil dalam pengembangannya. Salah satunya, meningkatkan infrastruktur menuju lokasi wisata tersebut. Sehingga, pengunjung tidak susah menjangkaunya. Masing-masing lokasi wisata akan diintegrasikan. ‘’Kami yakin itu bisa menarik wisatawan dan meningkatkan kunjungan,’’ ucapnya.

Semakin berkembangnya destinasi wisata, menurut Suwata, juga dapat menumbuhkan perekonomian warga. Usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) makanan dan suvenir bertumbuh. Sehingga, lambat laun bisa meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Setiap kali mengunjungi wisata, selain menikmati objeknya, yang dicari adalah makanan khasnya. Juga suvenir untuk oleh-oleh. ‘’Banyak keuntungan,’’ sebutnya.

Dari sisi pendapatan asli daerah (PAD), kas Pemkab Magetan akan semakin banyak. Keberadaan rumah makan di lokasi wisata menyumbang pajak restoran. Pun pajak hotel juga akan meningkat seiring banyaknya wisatawan yang menginap. Keuntungan lain, iklim investasi di Magetan semakin melangit. ‘’Semua kegiatan usaha pada intinya memberi keuntungan,’’ pungkasnya. (bel/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here