Investasi Melejit, Ponorogo Makin Seksi

113

PONOROGO – Efek tidak langsung dari pencanangan 2019 sebagai tahun wisata mulai terasa. Khususnya, dalam hal penerimaan investasi di sektor perdagangan. Sepanjang Januari hingga Februari, investasi ditanamkan total menembus Rp 134,2 miliar. Paling besar ditopang oleh sektor perdagangan yang mencapai Rp 92,5 miliar. ’’Investasi di sektor pariwisata itu jangka panjang. Imbas tidak langsung yang mulai terasa yakni terdongkraknya sektor perdagangan,’’ kata Kepala DPMPTSP Agus Sugiarto kepada Radar Ponorogo.

Agus membeber data penanaman investasi awal tahun 2019 dengan 2018. Rupanya, ada peningkatan signifikan mencapai lebih dari seratus persen. Pada periode yang sama di tahun lalu, investasi tercatat mencapai Rp 59,8 miliar. Penopang utamanya sama, yakni sektor perdagangan. Sektor tersebut menyumbang Rp 31 miliar dari total investasi di bulan Januari-Februari 2018. ’’Masih menjadi primadona (sektor perdagangan),’’ kata dia.

Lantas, apakah ini pertanda roda ekonomi berputar lebih baik di awal tahun ini? Menurut Agus, peningkatan signifikan investasi di sektor perdagangan cukup dipengaruhi oleh pencanangan tahun wisata. Sejumlah kebijakan pemkab memang mengarah pada pembenahan industri tersebut. Tidak hanya menyasar infrastruktur, namun juga berbagai pembenahan lain. Pun, sejumlah event pariwisata yang dihelat pemkab juga sanggup mendatangkan gelombang wisatawan baru. ’’Efek pembenahan industri pariwisata itu bisa dilihat di pendapatan asli daerah (PAD), serta barang dan jasa. Inilah yang mendongkrak bertumbuhnya investasi di sektor perdagangan,’’ jelas Agus.

Terlebih, lanjut Agus, pemerintah pusat semakin memberi keleluasan terhadap penanaman modal dalam negeri (PMDN). Pelayanan online single submission (OSS) yang dicanangkan pemerintah pusat dapat memangkas pengurusan perizinan sampai tinggal 15 menit saja. Pun, ada sejumlah kemudahan lain. ’’Makanya tidak heran, berbagai usaha tumbuh. Bahkan, pengusaha warung pun mengurus perizinan NIB (nomor induk berusaha),’’ kata dia.

Meski menjanjikan, bukan berarti Ponorogo hanya bisa bergantung pada sektor perdagangan. Perlu mendorong sektor investasi lainnya untuk berkembang. Di mata Agus, sejumlah sektor sebenarnya berpeluang. Jika melihat data di awal tahun ini dan tahun lalu. Diantaranya sektor kesehatan, perhubungan, hingga pekerjaan umum dan perumahan rakyat. Dalam dua tahun terakhir, investasi di sektor kesehatan juga cukup signifikan. Tahun lalu, Rp 6,4 miliar. Sementara tahun ini Rp 12,2 miliar.

’’Sementara untuk sektor industri, Ponorogo ini dikategorikan sebagai wilayah penyangga. Pemrosesan utama mungkin harus di wilayah lain yang lebih strategis, tapi untuk pemrosesan bahan baku, sangat mungkin dilakukan di Ponorogo,’’ tandasnya. (naz/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here