Intesitas Hujan Berkurang, Penderita Suspect Masih Ada

37

PACITAN – Intensitas hujan cenderung turun beberapa hari terakhir. Namun, serangan demam berdarah masih terjadi di Pacitan. Hingga pertengahan Maret lalu, dinas kesehatan (dinkes) setempat mencatat jumlah penderita suspect demam berdarah dengue (DBD) masih ada. Total 363 terduga penderita akibat gigitan nyamuk aedes aegipty sejak awal tahun ini. ‘’Kami tetap waspada. Tak boleh lengah,’’ kata r pekan lalu.

Meski begitu, Eko mengklaim setiap pekan jumlah penderita terus turun. Jika dibandingkan awal kemunculannya, jumlah penderita dapat dikendalikan. Berdasarkan data, pada awal Februari lalu terdapat 228 penderita suspest DBD. ‘’Kebanyakan masyarakat awam tahunya trombosit turun dan panas tinggi pasti DBD. Padahal belum tentu. Saat DBD harus ada tanda pendarahan,’’ ujarnya.

Eko menambahkan telur nyamuk aedes aegipty mampu bertahan hingga dua tahun di tempat kering. Seekor nyamuk dewasa dapat bertelur hingga ribuan dalam sekali reproduksi. Sehingga, genangan air, seperti di ember atau sampah, berpotensi jadi sarang nyamuk  berkembang biak. ‘’Akhir-akhir ini kesigapan warga sudah bagus. Jika demam dan trombosit turun langsung cek kesehatan,’’ ungkapnya.

Saat ini pihaknya tetap siaga terhadap serangan penyakit tersebut. Selain masih ada penderita, pihaknya tak ingin terpengaruh fenomena epidemiologi DBD yang muncul di beberapa titik. Hal tersebut turut didukung dengan gerakan global healt security yang merupakan agenda dunia. ‘’Kami gak akan lengah dengan hanya memperhatikan jumlah. Tapi harus siaga sekecil apa pun,’’ jelasnya.

Terkait fogging, dia memastikan bakal melakukannya jika didapati ada kasus di satu lokasi. Pun jika ditemukan intensitas serangan n nyamuk aedes aigipty yang tinggi. Pasalnya, fogging tak dapat dilakukan sembarangan. Pun butuh tenaga profesional. ‘’Tak harus fogging, gerakan pemberantasan sarang nyamuk (PNS) sudah cukup,’’ pungkasnya. (gen/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here