Instruksi Bupati Dongkrak Identifikasi

13

PONOROGO – Pengurusan akta kelahiran meningkat 2-3 persen dalam beberapa hari terakhir. Per hari, Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dispendukcapil) Ponorogo menerbitkan 150-200 lembar. ‘’Sekarang meningkat menjadi 250-an lembar,’’ terang Vifson Suisno, Kepala Disdukcapil Ponorogo.

Peningkatan, kata Vifson, tak lepas dari kebijakan identifikasi anak melalui hak dasar yang diinstruksikan Bupati Ponorogo Ipong Muchlissoni. Yakni, akta kelahiran anak di bawah 17 tahun dan kartu identitas anak (KIA). ‘’Ini yang saat ini kita gencarkan.  Bagaimana agar anak-anak mendapatkan hak dasar,’’ lanjutnya.

Rencananya, KIA dapat digunakan sebagai persyaratan mendaftar sekolah. Namun, belum dapat diterapkan tahun ini lantaran keterbatasan dan kurang optimalnya penerbitan. Sehingga PPDB tahun ini masih menggunakan akta kelahiran sebagai prasyarat pendaftaran. ‘’Mungkin adanya keterbatasan yang perlu diperbaki,’’ ungkapnya.

Kendati demikian, dispendukcapil terus melakukan upaya agar hal tersebut dapat direalisasikan. Mengingat KIA juga memiliki fungsi sebagai identitas diri anak. Meskipun juga harus memiliki akta kelahiran. ‘’Sebenarnya hampir sama, tapi secara prinsip tentunya berbeda. Intinya KIA merupakan identitas yang dikhususkan untuk anak,’’ tegasnya.

Lonjakan jumlah pemohon diantisipasi dengan penambahan dua mesin printer yang siap mencetak 500-an akta sehari. Pun, didukung kecanggihan teknologi berupa QR Code. Sehingga warga tidak perlu menunggu lama untuk membubuhkan tanda tangannya. ‘’Sekarang sudah ada tanda tangan elektronik yang bisa dilakukan jarak jauh,’’ tuturnya. (mg7/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here