Insentif Pajak Jadi Catatan Penting

31

CAPAIAN opini WTP kali kedua beruntun itu memang patut disyukuri oleh Pemkot Madiun. Karena butuh perjuangan dan kerja ekstra untuk mempertahankan laporan keuangan predikat baik dari BPK.

Kendati demikian, masih ada catatan yang diberikan oleh lembaga auditor negara tersebut. Yakni, pemkot diminta lebih getol menuntaskan persoalan tentang pelaporan insentif pajak.

Wali Kota Madiun Maidi mengakui bahwa pelaporan insentif pajak adalah catatan paling krusial yang diberikan BPK terhadap pemkot. Karena itu, mereka harus teliti dan berhati-hati agar pengelolaan tidak berujung pada temuan BPK selanjutnya. ’’Insya Allah dalam waktu dekat akan kami segera selesaikan. Karena kami punya waktu sekitar enam bulan untuk menindaklanjuti rekomendasi dari BPK tersebut,’’ katanya.

Pejabat asal Magetan itu mengungkapkan ada sejumlah temuan lain dari BPK soal kekurangan dan kelebihan bayar pekerjaan. Namun, apabila dibandingkan dengan tahun sebelumnya, temuan pada 2018 lebih kecil. ‘’Yang temuan-temuan itu sudah kami koordinasikan. Tinggal satu yang belum. Dan, dalam waktu dekat akan saya kumpulkan untuk menindaklanjuti rekomendasi itu,’’ terang Maidi.

Lebih lanjut, untuk menjaga transparansi anggaran, Maidi menegaskan bakal lebih ketat pada urusan administratif keuangan di lingkungan pemkot. Seluruh organisasi perangkat daerah (OPD) diharapkan patuh dalam melaksanakan pelaporan dan pencatatan keuangan. ‘’Pada intinya, pelaporan dan pencatatan keuangan harus sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku,’’ tuturnya.

Dia juga meminta inspektorat untuk turun ke OPD. Inspektorat diminta untuk mengawasi pula serapan anggaran di sejumlah satuan kerja (satker) tersebut. ‘’Semua OPD harus disiplin (dalam pelaporan keuangan) dan jujur (dalam pengelolaan keuangan),’’ ujar Maidi. (her/adv/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here