Inovasi Sawito di Bidang Pertanian Memanfaatkan Gas Melon

94
INOVATIF: Sawito menunjukkan sejumlah peralatan yang dirakitnya menjadi alat penyiram tembakau.

Sawito membuat alat penyemprot air dengan bahan bakar gas elpiji tiga kilogram. Inovasi ini membuat pekerjaannya bercocok tanam di sawah lebih efisien, ringan, dan hemat.

—————— 

SUGENG DWI, Karangjati, Jawa Pos Radar Ngawi

SEBUAH tabung gas elpiji tiga kilogram tergeletak di pematang sawah Dusun Weru, Sidokerto, Karangjati, Ngawi. Peranti yang umumnya ditemukan di dapur itu bersanding dengan sejumlah peralatan pertanian. Seperti mesin diesel, pompa air, dan pipa paralon. ‘’Saya rakit menjadi alat penyemprot air,’’ kata Sawito.

Gas melon itu pengganti sumber tenaga bahan bakar minyak (BBM). Dilengkapi dengan bak penampungan air yang cukup besar. Sawito membuat inovasi itu karena beban kerja berat di sawah. Dia harus bolak-balik memikul timba puluhan liter air untuk menyirami tembakau. ‘’Saya modifikasi buka tutup keran. Air keluar dan masuk bak penampungan,’’ ujarnya.

Selain mempercepat pekerjaan, mesin bongkar pasang itu menghemat biaya operasional. Bila satu elpiji tiga kilogram bisa digunakan setengah hari, bensin 1,5 liter hanya bertahan setengah hari. ‘’Konsepnya mirip siram taman, tapi ini manual menggunakan mesin diesel dan tabung gas,’’ terangnya. ***(cor/c1)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here