Pacitan

Inilah Nominal yang ditawar DMFI terkait Kompensasi Dampak Aktivitas Produksi

PACITAN – Tarik ulur soal uang kompensasi atas gangguan limbah pengolahan timah PT Dragon Fly Mineral Industri (DMFI) hingga kini belum berujung titik temu. Pun ganti rugi senilai Rp 500 juta per tahun yang diminta warga Desa Pagutan belum diberikan sepeser pun.  ‘’Sampai saat ini masih belum dipenuhi,’’ kata Kepala Desa Pagutan Supriyono kepada Radar Pacitan, Rabu (1/8).

Supriyono menuturkan, nominal uang kompensasi belum mencapai kesepakatan. Dari permintaan Rp 500 juta per tahun yang diminta warga, DMFI menawar 12 persennya saja atau sekitar Rp 60 juta. Warga, lanjut dia, akhirnya menurunkan besarannya menjadi Rp 400 juta. ‘’Tapi, DMFI tampaknya keberatan,’’ ujarnya.

Dia menyebut, pihak DMFI dan perwakilan warga bakal kembali dipertemukan untuk membahas nilai uang kompensasi. Namun, Supriyono tidak dapat memastikan kapan pertemuan tersebut digelar. ‘’Pokoknya sampai sepakat dan menghasilkan win-win solution,’’ terangnya.

Meski begitu, Supriyono menyebut pertemuan yang digelar Jumat lalu (27/7) bukan tidak membuahkan hasil. Pihak DMFI mengaku sudah memulai memenuhi sejumlah tuntutan lainnya yang diminta warga Pagutan. Di antaranya, perbaikan jalan, pembuatan jembatan, dan penebangan pohon pelindung yang disebut mengurangi ketersediaan air untuk tanaman warga. ‘’Selain uang kompensasi, sudah dipenuhi,’’ tegasnya.

Perwakilan DMFI Sugiarto mengatakan, nilai uang kompensasi yang diminta warga Pagutan terlampau tinggi. Tawaran 12 persen dari permintaan mereka dinilai realistis. ‘’Karena pimpinan kami masih di luar negeri, mengenai kompensasi belum ada keputusan. Kami akan segera sampikan ke pimpinan,’’ ucapnya.

Diberitakan sebelumnya, warga Desa Pagutan geregetan. Pasalnya, kegiatan opersional DMFI menimbulkan polusi. Limbah produksi mencemari sumur dan lalu lalang kendaraan pabrik menyebarkan debu. Warga juga merasa terganggu dengan kegiatan operasional pabrik lantaran menimbulkan kebisingan. Karena itu, warga meminta kompensasi Rp 500 juta setahun. (odi/c1/isd)

 

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close