Madiun

Inilah Gurunya Peternak Pemula di Dunia Maya

APA SAJA bisa menjadi konten di dunia maya. Lewat youtube, Muhammad Tanfidzul Khoiri asyik membuat tutorial tentang beternak kambing. Konsistennya menekuni dunia peternak berbuah banyak prestasi bergengsi.

————————

DILA RAHMATIKA, Madiun

BUKU 12 Kesalahan Fatal Peternak Pemula tak lepas dari tangan Khoiri sembari mengiming-imingi viewer setia di kanal youtube-nya. Yang bisa menjawab pertanyaannya, buku itu akan dihadiahkannya. ‘’Sebutkan sepuluh perbedaan antara kambing dengan domba,’’ terangnya meminta viewer-nya menjawab via whatsapp.

Youtuber 26 tahun ini cukup populer di Madiun. Dia memulai karirnya sebagai peternak selepas lulus SMKN di Kota Madiun. Idenya tercetus saat magang di sebuah perusahaan pupuk, 2011 silam. ’’Di perusahaan pakan itu juga beternak kambing. Ternyata memberi pakan ternak itu sekarang tak perlu repot-repot ngarit (mencari rumput),’’ tuturnya.

Dari sana, Khoiri tertarik mempelajari ilmu kimia seperti makroba. Yang ternyata juga berkaitan erat dengan teknologi meramu pakan yang baik untuk ternak. ‘’Karena basic saya kimia, jadi (belajar meracik pakan) lebih cepat nyantol-nya.’’

Berangkat dari pengalaman itulah, selepas lulus dia tak sabar meminjam modal usaha dari sekolahnya untuk membeli tujuh ekor kambing. Memanfaatkan gudang selepan milik orangtuanya yang tak terpakai lagi. ‘’Pagi sampai sore ngurus ternak, malamnya kuliah,’’ tegasnya.

Setiap teori yang dipelajari ketika magang langsung dipraktikkan. Tentu butuh ketelatenan menjalani usaha yang dirintis secara otodidak itu. Awalnya, dua dari tujuh ekor yang diternak mati karena sakit. ‘’Itu belum seberapa. Yang sulit pemasarannya,’’ terangnya.

Rintang usaha itu akhirnya berhasil dilewatinya. Dia pun akhirnya mendapatkan angin segar. Awal 2015, dia mulai tandatangan kontrak dengan sejumlah lembaga aqiqah. Hewan ternaknya lolos kualifikasi dan dianggap layak untuk syarat aqiqahan. ‘’Pertumbuhan dagiing benar-benar diperhatikan. Kandang juga harus bersih dan semuanya di panggung,’’ ujarnya.

Khoiri yang kini telah mengembangkan 40 ekor itu mulai kerap diundang sebagai penyuluh peternakan. Tiga tahun berturut sejak 2015, dia selalu lolos training di Jepang. Di Negeri Sakura, dia belajar banyak hal hingga mengelola koperasi pertanian. 2014 silam, dia pernah dinobatkan sebagai Pemuda Tani se-Indonesia oleh sebuah LSM Pertanian. ‘’Sayang kalau ilmu tidak dibagi. Makanya saya sering bikin konten di youtube,’’ paparnya.

Belum genap sebulan, chanel youtube-nya telah mendapatkan subscriber 4,6 K. April lalu, dia pun meraih Juara III Lomba Vlog Event 1st Millenial Indonesian Agro (MIA) 2019 dari Kementerian Pertanian. ‘’Saya sebenarnya enggak ngejar subscriber. Karena bikin videonya juga bagi waktu dengan pekerjaan,’’ imbuhnya. ***(fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close