Ini Pesan Pakde Karwo kepada Pasangan BerKAH

217

MADIUN – Pasangan bupati dan wabup Ahmad Dawami-Hari Wuryanto menjadi pemimpin tunggal Kabupaten Madiun. Setelah serah terima jabatan (sertijab) dengan penjabat (Pj) bupati Boedi Prijo Soeprajitno di Pendapa Muda Graha Madiun, Rabu (25/9). Sertijab sekaligus rapat paripurna istimewa DPRD dalam rangka penyampaian sambutan bupati periode 2018–2023 itu turut dihadiri Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

Orang nomor satu di Jatim itu memberikan banyak pesan kepada pasangan BerKAH. Kaji Mbing -sapaan Ahmad Dawami- dan Hari Wur harus kolaboratif dengan berbagai pihak. Terutama DPRD dan tokoh masyarakat. Itu bagian dari faktor eksternal yang bisa menentukan proses membangun Kabupaten Madiun lima tahun ke depan. ‘’Menjalin hubungan politik itu penting sebelum berbicara tentang program,’’ kata Pakde Karwo usai acara sertijab.

Menurut dia, visi dan misi yang dibawa BerKAH: aman, mandiri, sejahtera, dan berakhlak, sudah bagus. Namun, dia berharap agar lebih difokuskan pada pertanian. Berdasar catatannya, sekitar 78 persen penduduk Kabupaten Madiun menggantungkan hidup dari hasil pertanian. Dia menyarankan agar berkolaborasi dengan dewan membuat help desk dengan concern menghasilkan nilai tambah. ‘’Nilai tambah itu harus dari gapoktan (gabungan kelompok tani, Red). Jangan malah dari perusahaan,’’ pesannya.

Pakde Karwo menilai sia-sia bila potensi nilai tambah itu diberikan untuk perusahaan. Sebab, hasilnya tidak akan dirasakan langsung oleh masyarakat. Sebagai contoh, lahan pertanian yang malah digunakan untuk kawasan industrial. Dampaknya, tegas dia, petani menjadi pengangguran karena kehilangan lapangan pekerjaan.  Namun, dengan keberadaan help desk, hasil pertanian itu bisa dimaksimalkan. ‘’Kakao, misalnya. Jangan hanya dijual gelondongan. Tapi, bisa disangrai atau roasting,’’ jelasnya.

Dia pun menekankan pentingnya pengentasan kemiskinan dengan menerapkan konsep partisipatoris. Bupati dan wabup diminta mendatangkan masyarakat tidak mampu ke pendapa. Diajak berkomunikasi mengurai permasalahan. Pasalnya, kategori miskin adalah kultural. Yakni, disebabkan faktor kesehatan dan pendidikan yang rendah. ‘’Bukan karena faktor struktural seperti pengaruh perubahan harga,’’ ujar Pakde Karwo.

Sementara itu, Kaji Mbing menilai pesan dari Pakde Karwo merupakan pekerjaan rumah (PR). Sekaligus bagian dari melinierkan pembangunan antara kabupaten dengan provinsi. Dia pun semakin bersemangat untuk menjalankan wejangan dari politikus senior Demokrat itu. ‘’Pertanian jelas menjadi fokus kami, karena itu adalah saka guru,’’ katanya.

Dalam sambutannya, Kaji Mbing menjabarkan tentang visi dan misinya. Namun, demi kesinambungan program pembangunan, program dari pemimpin terdahulu akan ditingkatkan. Kaji Mbing meyakini tidak akan ada egosentris antara eksekutif dengan legislatif. Masing-masing berjalan beriringan sebagai lembaga pemerintahan yang mengemban amanah rakyat. ‘’Tujuannya sama tapi perjalanannya sesuai tupoksinya sendiri-sendiri,’’ ujarnya.

Ketua DPRD Kabupaten Madiun Suwandi meyakini pasangan BerKAH punya komitmen memimpin Madiun. Visi dan misi yang dibawa tidak membawa kepentingan kelompok atau golongan tertentu. Suwandi lantas mengawali penutupan paripurna istimewa dengan sebait pantun. ‘’Budal ngaji nyang Dempelan, nggelar kloso sinambi dolanan. Pak Kaji-Pak Hari pancen jempolan, aku percoyo sanggup mimpin Madiun ke depan.’’ (cor/c1/fin)

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here