Ponorogo

Ini Motif Edi Purwanto Habisi Istrinya dengan Gerinda

PONOROGO – Pukul 07.00, Edi Purwanto tiba di RSU Aisyiyah kemarin (17/2). Dia langsung mendapatkan penanganan medis setelah kaki kanannya tertembus timah panas. Dia tak bisa mengelak lagi. Dia mengakui aksi kejinya menghabisi nyawa istrinya sendiri. Tidak ada yang mengetahui secara persis kejadian itu. Termasuk putra bungsunya yang saat itu tidur di dekat kamar orang tuanya.

Edi mengaku tidak tahan lagi. Lantaran setiap pulang ke rumah selalu diomeli istri. Termasuk pertengkaran sehari sebelum kejadian. Rabu pagi (13/2) itu, istrinya mengeluhkan cicilan motor, pinjaman, tunggakan sekolah, dan biaya study tour putra bungsunya. Saat cekcok, berulang kali istrinya mengatakan mendingan mati daripada hidup dengan keadaan seperti ini. ‘’Awalnya baik-baik saja. Istri selalu bilang titip Fen. Katanya dia mau mati saja,’’ kata Edi.

Berselang sehari, Edi yang kembali setelah mencari pinjaman uang itu rupanya tidak membuat istrinya tersenyum. Edi memang tak sanggup membawa uang untuk membayar tanggungan. Saat itu dia hanya sanggup membawa pulang Rp 200 ribu. ‘’Pulang bawa sedikit uangnya, lalu bertengkar lagi,’’ lanjutnya.

Korban yang kesal melontarkan kata-kata yang membuat pelaku naik pitam. Edi pun memukul kepala istrinya tiga kali menggunakan gagang palu yang diambilnya dari ruang penyimpanan perkakas. ‘’Kesal. Sudah cari pinjaman tetap diomeli,’’ ujarnya.

Setelah dikasari, Is pun naik pitam. Dia pun menuju ruang penyimpanan perkakas mengambil mesin gerinda. Dengan emosional, dia menyuruh pelaku membunuhnya sekalian dengan mesin pemotong di tangannya tersebut. ‘’Kalau gak mau, dia sendiri yang akan menggorok lehernya,’’ sambung Edi.

Semula istrinya yang mencoba menggorok lehernya sendiri. Edi yang sudah kalap akhirnya merebut mesin pemotong keramik tersebut. Seketika menebaskan ke leher istrinya. ‘’Menyesal, takut. Lari untuk menenangkan diri,’’ sesalnya. (mg7/c1/fin) 

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close