Madiun

Indonesia Garap Perkeretaapian hingga Pelabuhan di Afrika Tengah

Ekspansi Transportasi Seantero Kongo

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Indonesia menjadi bagian penting dalam pembangunan moda transportasi di Afrika Tengah. Empat tahun ke depan, PT Inka menjadi project developer perkeretaapian dan intermoda di Kongo.

Gubernur Kinshasa Gentiny Ngobila Mbaka memercayakan pembangunan transportasi wilayahnya kepada BUMN Indonesia. Kinshasa merupakan ibu kota sekaligus kota terbesar di republik berpenduduk 14,57 juta jiwa itu. ‘’Pembangunan ini akan memberi dampak sosial-ekonomi,’’ kata Gentiny saat melawat ke PT Inka Madiun Rabu (14/10).

CEO TSG Global Holdings Dr Rubar Sandi tertarik investasi karena perkembangan ekonomi di Afrika cukup baik. Selain itu, Kongo menjadi salah satu negara yang belum banyak tersentuh sumber daya alamnya. ‘’Bersama Indonesia kami mendapat kesempatan emas membantu pembangunan di Kongo,’’ ujar investor yang berpusat di Amerika Serikat itu.

Direktur PT Inka Budi Noviantoro menyatakan, perseroan yang dipimpinnya bakal memproduksi berbagai jenis kereta api maupun infrastruktur perkeretaapian. Menyuplai kebutuhan lokomotif, gerbong barang, kereta rel diesel elektrik (KRDE), dan kereta rel listrik (KRL) ke Republik Demokratik Kongo. ‘’Kita akan mengajak beberapa BUMN di Indonesia untuk mengerjakan infrastruktur perkeretaapian di sana,’’ katanya.

Megaproyek USD 11,8 miliar itu dikerjakan bertahap selama empat tahun. Mulai tahun depan fokus produksi kereta api perkotaan berjuluk Kinshasa Urban Loop Line. Selanjutnya membangun jalur Kinshasa menuju Matadi Port dan Banana Port. Pembangunan trek Kinshasa Loop Line itu bakal terhubung dengan bandara internasional Ndjili River Port serta commuter line yang mengelilingi Kinshasa. Juga, membangun electric bus charging depot, kereta DEMU, electric bus, serta infrastruktur loading unloading di River Port. Panjang jalur kereta untuk fase pertama sekitar 580 kilometer. Total jalurnya 4.100 kilometer mencakup wilayah utara dan selatan Kongo. ‘’Ini akan menjadi pintu masuk bagi project pembangunan seantero Kongo,’’ urainya.

The Sandi Group (TSG) Global Holding teken kerja sama dengan lima BUMN untuk menyokong pembangunan transportasi di Kongo. PT Inka, PT Barata Indonesia, PT LEN Industri, PT Merpati Nusantara Airlines, dan PT Dirgantara Indonesia siap berkolaborasi untuk ekspansi bisnis ke Kongo. ‘’USD 2 miliar untuk pengadaan sarana kereta api dan USD 9 miliar untuk perbaikan rel sepanjang 4.100 kilometer,’’ jelasnya.

Selain proyek perkeretaapian, BUMN turut membangun proyek pembangkit listrik tenaga surya (PLTS) berkapasitas 200 megawatt peak (MWp) di Kinshasa. PT Barata Indonesia bakal membangun smart city dan fasilitas pelabuhan. PT LEN Industri akan membangun jaringan fiber optic. PT Merpati Nusantara Airlines dan PT Dirgantara Indonesia akan mengembangkan aero city. ‘’Pasokan listrik ini juga dimanfaatkan untuk operasional KRL,’’ imbuhnya.

Budi memastikan ekspansi ke Kongo bakal menambah supply record produksi ke pasar luar negeri. Awal bulan lalu, PT Inka telah berkirim 250 kereta ke Bangladesh. Sekarang juga sedang memproduksi tiga lokomotif dan 15 kereta komuter ke Filipina senilai Rp 363 miliar dan 31 trainset LRT untuk PT KAI senilai Rp 3,9 triliun. ‘’Bulan depan, kita mulai survei lapangan,’’ tuturnya.

Pertemuan tiga negara antara Indonesia, Kongo, dan Amerika di PT Inka Madiun turut dihadiri Duta Besar Republik Demokratik Kongo untuk USA, Francois Nikuna Balumuene; penasihat khusus presiden DRC bidang Infrastruktur Mr. Alexy Kayembe De Bampende; CEO PT TSG Utama Indonesia Syaiful Idham; beserta jajaran direksi lima BUMN. TSG Group dengan lima BUMN menyepakati Master Implementation Join Development Agreement (MIJDA). TSG Group dengan Pemerintah Kongo menyepakati Build Own Operate Transfer (BOOT). (mg3/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close