Pacitan

Indartato: Jangan Sampai RSUD Jadi Klaster Baru

Tracing Masif Kasus Nakes

PACITAN, Jawa Pos Radar Pacitan – Kasus konfirmasi positif Covid-19 yang dialami dua tenaga kesehatan (nakes) RSUD dr Darsono menjadi perhatian serius Bupati Indartato. Dia meminta dinas kesehatan (dinkes) melakukan pelacakan (tracing) secara masif. Dengan harapan kasus penularan tidak semakin menyebar. ‘’Tracing harus lebih diperketat,’’ ujarnya Senin (13/7).

Indartato tidak ingin RSUD dr Darsono menjadi episentrum penularan virus korona baru di Pacitan. ‘’Kalau sampai terjadi klaster baru di rumah sakit, masyarakat bisa saja takut berobat. Bahkan, kalau sampai di sana tutup atau lockdown terbatas, masyarakat akan makin susah lagi,’’ terang bupati dua periode itu.

Menanggapi sorotan publik soal batas minimum orang boleh berkerumun yang tercantum dalam Perbup 56/2020 pasal 5, Indartato mengaku sudah membuat penyempurnaan. ‘’Harapannya masyarakat menjadi lebih disiplin terhadap aturan protokol kesehatan,’’ katanya.

Adapun penyempurnaan itu, seperti penyelenggaraan kegiatan yang pesertanya lebih dari 10 orang harus mengantongi izin dari pemdes dan satpol PP. ‘’Tapi, status zona (wilayah) penyebaran tetap menjadi pertimbangan,’’ jelasnya.

Artinya, hanya di kecamatan zona hijau dan kuning ketentuan penggunaan izin itu dapat berlaku. Sedangkan, di wilayah zona merah diminta untuk berhati-hati dalam mengeluarkan izin. ‘’Saya khawatir, jika ini dibiarkan akan berkembang. Bukan membatasi, tapi mencegah supaya tidak terjadi hal-hal yang tidak diinginkan,’’ tandas Indartato. (gen/c1/her)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
close