Indahnya Air Terjun Kedungprau Pacitan

296

PACITAN – Destinasi wisata di Pacitan bukan hanya keindahan pantai. Atau megahnya stalaktit dan stalagmit gua. Daerah yang memiliki tagline Paradise of Java ini juga memiliki air terjun indah yang layak dikunjungi. Yakni, Air Terjun Kedungprau di Desa Gembuk, Kebonagung.

Air terjun berundak-undak ini mengucurkan air dari sungai setinggi 20 meter. Batu besar kokoh di kiri dan kanan kian menambah pesona. Tak hanya satu tingkat. Ada enam tingkat berbeda yang siap dijelajahi wisatawan. ‘’Dari enam tingkat, lima sudah kami buka. Satunya masih pengerjaan,’’ kata Kepala Desa Gembuk Nugroho Eko Prabowo kemarin (9/2).

Masing-masing tingkatan memiliki karakteristik berbeda. Pun dengan nama berbeda pula. Mulai Grojokan Kedungcacing, Kedungmaron, Kedungprau, Kedunggong, Pletes, hingga Grojokan Kedungtodosan. Tiap kedung (danau kecil di bawah air terjun) memiliki kedalaman berbeda. Mulai 1,5 hingga lebih dari 10 meter. ‘’Ketinggiannya antara delapan  sampai 10 meter. Tertinggi Kedungprau 20 meter,’’ ujar Eko.

Nama Kedungprau, lanjut Eko, diambil dari lokasi kedung yang mirip dek kapal (perahu). Batu besar di bawah air terjun diduga batu utuh yang terkikis hingga membentuk bulatan layaknya perahu. ‘’Sesuai namanya, banyak yang bilang paling bagus. Tapi lainnya juga tak kalah bagus dan bisa digunakan untuk bermain air,’’ paparnya.

Pada musim penghujan, aliran airnya cukup deras. Namun tergolong aman untuk mandi. Sedangkan saat musim kemarau, lokasi tersebut tak pernah kering. Hingga warga setempat juga mengandalkan sungai tersebut untuk memenuhi kebutuhan air baku saat kemarau.

Meski belum dibuka untuk umum, Eko mempersilakan wisatawan berkunjung. Pun, pihaknya telah membangun jalan setapak menuju lokasi. Jaraknya sekitar dua kilometer dari pusat desa. Namun, kendaraan roda dua belum dapat mencapai tujuan. Untuk sampai di kaki air terjun, wisatawan harus berjalan turun sekitar 100 meter.

Dari pusat Desa Gembuk dapat ditempuh 45 menit perjalanan darat. Diselingi pemandangan hijau khas pegunungan dengan tanaman kopi di kiri dan kanan. ‘’Rencananya akan kami jadikan objek wisata dengan penambahan kios dan warung di sekitar lokasi,’’ jelasnya. (mg6/c1/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here