Madiun

In Lounge Pub & Karaoke Disegel

THM di Jalan Bali Langgar Perda 41/2018

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Pemkot Madiun resmi menutup In Lounge Pub & Karaoke. Senin (21/9) satpol PP diterjunkan untuk melakukan penyegelan dan menghentikan operasional THM di Jalan Bali tersebut.

Kasatpol PP Kota Madiun Sunardi Nurcahyono membeberkan, penghentian operasional THM itu dilakukan terindikasi penyalahgunaan izin. Melabrak Peraturan Daerah (Perda) 41/2018 tentang Penataan dan Penyelenggaraan Usaha Hiburan dan Rekreasi. Serta berita acara pemberhentian tempat usaha pariwisata Pol PP Nomor 303/701/IX/401.116/2020PPNS. ‘’Ada beberapa hal yang mendasarinya,’’ kata Sunardi.

Di dalam berita acara itu menerangkan bahwa operasional PT Garuda Putra Gemilang (In Lounge Pub & Karaoke) diberhentikan karena belum memiliki izin dan menyalahgunakan tempat usaha yang tidak sesuai peruntukannya. Sehingga, memenuhi unsur pelanggaran. Apalagi THM itu kini sedang dalam masa transisi perubahan izin usaha dari perorangan ke perseroan terbatas (PT).

Izin THM itu awalnya sebagai bar dan klub. Pun, dalam operasionalnya tidak menyimpang. Hanya, Sunardi kembali menegaskan adanya peralihan izin usaha perorangan ke PT. Pelanggaran kedua, adanya praktik prostitusi sebagaimana dibongkar Polda Jatim beberapa waktu lalu. Sehingga dinilai memenuhi unsur kesalahan penggunaan izin. ‘’Terbukti adanya praktik asusila dalam usaha itu,’’ ungkapnya.

Sunardi belum dapat memastikan apakah penutupan kelak dipermanenkan. Pihaknya masih menunggu instruksi dan kajian dari dinas terkait. Selebihnya, menunggu instruksi pimpinan. ‘’Kalau memang nanti ditutup permanen, ya kami laksanakan,’’ ujarnya.

Seperti diketahui, THM tersebut belum mengantongi izin reopening usaha pariwisata di masa pandemi dari kelompok kerja (pokja) Pendekar Waras. Selain juga belum memenuhi izin usaha online single submission (OSS). ‘’Sudah dilakukan penyegelan dan wajib dipatuhi,’’ tuturnya.

Setelah penyegelan, pihaknya bakal terus melakukan pemantauan dan pengawasan. Sunardi meminta pelaku usaha mematuhi dan tidak nekat membuka usahanya. ‘’Akan kami awasi terus. Ketika sudah ditutup wajib dipatuhi,’’ ucapnya. (kid/c1/fin)

Dewan Minta Ditutup Permanen

WAKIL rakyat mendesak In Lounge Pub & Karaoke ditutup permanen. DPRD Kota Madiun menyatakan THM di Jalan Bali itu menyalahi aturan dan banyak mendatangkan mudarat ketimbang manfaat.

Ketua Komisi II DPRD Kota Madiun Ngedi Trisno Yhusianto menyatakan sudah lama wakil rakyat mencium praktik ’’cinta satu malam’’ di THM Jalan Bali tersebut. Pihaknya juga menyesalkan aparat penegak hukum di daerah yang tidak bergerak cepat. ‘’Kenapa harus Polda Jatim yang turun, kenapa tidak aparat penegak hukum di daerah yang membongkar,’’ ucapnya.

Ngedi menduga ada pembiaran dari aparat penegak hukum. Mengingat dua tahun lalu juga terjadi temuan serupa di THM yang kini telah berganti nama itu. Pun dibongkar Polda Jatim. Ngedi berharap, ke depan penegak hukum daerah sigap membongkar praktik haram yang mencoreng citra kota ini. ‘’Sudah lama itu, tapi mbendal (mental, Red) terus. Patut diduga ada pembiaran dari aparat penegak hukum di daerah,’’ ungkapnya.

Ngedi menegaskan ada dua hal yang mendasari alasan THM itu wajib tutup permanen. Pertama, berdasarkan temuan dari Polda Jatim dan melabrak aturan perizinan sebab belum memenuhi izin usaha online single submission (OSS). Kedua, menyalahi fungsi awalnya yang semula hanya untuk makan-minum dan hiburan, nyatanya untuk bisnis esek-esek. ‘’Itu artinya apa? Fatal. Harus ditutup permanen,’’ tegas politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu.

Menurut Ngedi, penutupan permanen THM tidak berpengaruh signifikan terhadap pendapatan asli daerah (PAD). ‘’Kontribusinya seberapa besar jika itu ditutup permanen? Saya kira tidak berpengaruh signifikan,’’ ucapnya.

Mirisnya lagi, praktik haram itu dilakukan di tengah situasi prihatin ancaman krisis kesehatan adanya pandemi Covid-19. Seolah bencana nasional ini dijadikan kesempatan mengeruk keuntungan. Ngedi mengecam praktik haram itu tidak pantas dilakukan di bumi Kota Madiun. ‘’Lebih indah kalau cari nafkah itu yang berkah,’’ tuturnya.

Karena itu, temuan bisnis ’’lendir’’ menurutnya wajib menjadi warning bagi THM lain. Agar tidak main-main dalam menjalankan usahanya. Seluruh pelaku THM harus menjaga komitmen bersama membantu pemerintah melakukan percepatan penanganan Covid-19. ‘’Jangan sampai nanti cuma ganti nama. Kami tidak ingin itu terulang,’’ katanya.

Ngedi berharap ke depan aparat penegak hukum di daerah bergerak cepat melakukan antisipasi. Agar praktik yang merugikan masyarakat itu tidak terulang kembali. Razia intens wajib dilakukan untuk membongkar praktik haram serupa. ‘’Warning bagi THM lain supaya tidak main-main dalam menjalankan usahanya demi mencari untung sebanyak-banyaknya,’’ ucapnya. (kid/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

?php /** * The template for displaying the footer * */ defined( 'ABSPATH' ) || exit; // Exit if accessed directly do_action( 'TieLabs/after_main_content' ); TIELABS_HELPER::get_template_part( 'templates/footer' ); ?>
Close
               
         
close