Opini

Imun dan Iman

Oleh: Soenarwoto Prono Leksono

(Pimpinan Ladima Tour & Travel)

MARI kita gaungkan kembali: pola hidup bersih. Dengan disiplin tinggi tentunya. Mengingat, salah satu cara menekan penularan Covid-19 adalah dengan hidup bersih. Cuci tangan, jaga jarak, kurangi keluar rumah, dan gunakan masker. Itulah anjuran Badan Kesehatan Dunia (WHO) dalam menghadapi pandemi Covid-19 yang kian masif kini. Melebar dan terus menjalar.

Anjuran hidup bersih itu, sebenarnya, sudah diserukan pemerintah Indonesia dan para dokter kita. Dan, pesan simbah doloe. Namun, seruan tersebut masih kurang dijalankan dengan sungguh-sungguh oleh sebagian dari kita. Disepelekan. Padahal, hidup bersih itu sangat penting. Untuk itu, mari kita galakkan kembali hidup bersih!

Temuan WHO menyebutkan bahwa penularan Covid-19 yang terjadi saat ini yang paling potensial adalah daerah kumuh, padat penduduk, dan polusi. Contohnya Kota Dharavi, India. Dharavi adalah kota terkumuh dan terpadat di Asia Tenggara. Di kota ini awalnya hanya ada satu orang positif Covid-19, tapi dalam tiga hari kemudian tercatat 700 orang tertulari virus mematikan asal Wuhan, China, itu.

Demikian temuan di Singapura. Penularan Covid-19 di negeri ini juga diketahui dari permukiman kumuh yang dihuni banyak orang dan tidak menjaga jarak. Permukiman tersebut adalah hunian kaum imigran atau warga pendatang (buruh). Pekan lalu ada satu orang positif Covid-19, pekan ini ada sekitar 120 orang yang tertulari (JP 6/4).

Karenanya, pemerintah Singapura segera mengarantina permukiman kaum imigran tersebut. Warga Singapura sendiri sangat disiplin tinggal di rumah ketika pemerintahnya melakukan lockdown. Selain warga Singapura memang memiliki budaya disiplin tinggi, pemerintahnya juga sangat melindungi warganya. Memberi masker dan sembako warganya selama lockdown.

Tak bisa dimungkiri, di Kota Wuhan, titik awal virus itu muncul, konon akibat dari masyarakatnya yang kurang menjaga kebersihan. Terdapat pasar ikan yang kumuh, juga terdapat banyak peternakan di sana. Peternakan babi, unggas, dan binatang liar seperti ular dan kelelawar. Konon, daging ular dan kelelawar dimakan sejumlah warganya. Dan, para pemiliknya alpa menjaga kebersihan kandang ternaknya.

Bertolak dari Wuhan, hidup bersih adalah sangat penting selain pakai masker, jaga jarak, dan tinggal di rumah. Apalagi, masa pandemi Covid-19 yang sudah menggerumus ribuan jiwa ini diprediksi masih akan berlangsung hingga Juli 2020. Berarti, pandemi masih berlangsung sekitar tiga bulan lagi. Rentang waktu itu bukan tidak mungkin bakal melebar ke daerah dan tempat tinggal kita. Waspadalah!

Oleh karena itu, sekali lagi, kita harus hidup bersih. Mari kita gaungkan kembali hidup bersih dengan disiplin. Sering cuci tangan dengan sabun dan air bersih yang mengalir. Bukan sekadar cuci tangan. Begitu pula jaga jarak dengan bersih. Tetap tinggal di rumah dengan bersih. Buat apa tetap tinggal di rumah, jika rumah dan lingkungan di sekitar kita kumuh. Kita tidak bisa menjaga kebersihan.

Juga pakai masker dengan bersih. Jika punya masker terbatas, jangan lantas dipakai terus-menerus hingga kotor. Harus selalu dicuci setiap habis dipakai. Selain itu jaga pola makan dan olahraga. Dua hal ini juga sangat penting. Mengutip kata pepatah: kebersihan pangkal kesehatan. Dari badan yang sehat memiliki tubuh yang kuat. Dengan badan kuat seseorang akan memiliki kekebalan tubuh (imun).

Dengan memiliki imun badan mampu menangkal segala penyakit, termasuk Covid-19. Itulah pentingnya hidup bersih dan sehat. Bagi umat Islam hidup bersih tak bisa ditawar-tawar. Allah sangat mencintai kebersihan. Dalam firmannya: Innallaaha yuhibbut tawwabiina wayuhibbul muthahhirin (Sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan Allah mencintai orang bersuci/bersih).

Begitu pula sabda Nabi Muhammad SAW: Sesungguhnya Allah SWT itu suci yang menyukai hal-hal yang suci, Dia Maha Bersih yang menyukai kebersihan, Dia Maha Mulia yang menyukai kemuliaan, Dia Maha Indah yang menyukai keindahan, karena itu bersihkanlah tempat-tempatmu. Dalam hadis lain menyebutkan: An-nadhafatu minal iman. Kebersihan itu sebagian dari iman.

Dan, aplikasi dari kebersihan itu diwujudkan dalam wudu. Setiap hari umat muslim dalam menunaikan salat fardu atau salat lima waktu wajib bersuci dengan berwudu. Wudu bukan sekadar membasuh tangan. Tapi, hampir membasuh seluruh anggota badan dengan berdoa kepada Allah. Lahiriahnya (syar’i), wudu itu menghilangkan najis atau kotoran yang menempel pada tubuh kita. Batiniahnya, wudu itu membersihkan noda hati kita dari rasa iri, dengki, benci, sombong, rakus, tamak, dan penyakit hati lainnya.

Wudu mampu membersihkan jiwa dan raga. Mencipta salat kita lebih khusyuk. Dengan salat khusyuk akan bertambah iman kita.
Dengan semakin beriman menjadikan kita lebih dekat kepada Allah. Dengan dekat kepada Allah besar harapan doa-doa kita terkabulkan. Dekat dengan Allah menjadikan hati kita tenang. Tidak panik, cemas, resah, dan gelisah. Dengan tenang, balak dan wabah bisa menghilang. Dengan begitu akan menghindarkan penyakit lahir dan batin. Termasuk menangkal pandemi Covid-19. (*)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close