PacitanPeristiwa

Imbas Robohnya Tower SUTET T-54, Hilang Daya 600 Megawatt

PACITAN, Jawa Pos Rada Pacitan – Robohnya tower saluran udara tegangan ekstra tinggi (SUTET) T-54, Tulakan, Pacitan, berbuntut pada keandalan pasokan listrik. Daya cadangan berkurang karena tower di Dusun Krajan, desa setempat, itu bagian pendistribusi listrik dari PLTU Pacitan. Wilayah cover-nya Jawa dan Bali. ‘’Keandalan untuk sebagian wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur sedikit berkurang,’’ kata Senior Manajer Pemeliharaan PT PLN Unit Induk Transmisi Jawa Bagian Timur dan Bali (UIT JBTB) Tejo Wihardiyono.

Tejo mengungkapkan, beban puncak penggunaan listrik Jawa-Bali sekitar 27 ribu megawatt. Kapasitas untuk meng-cover-nya 30 ribu megawatt. Termasuk cadangan 20 persen dari kapasitas itu. Sedangkan tower T-54 adalah salah satu penyalur dengan kapasitas 600 megawatt. Dengan kata lain, kekuatan penggunaan listrik menyisakan 29.400 megawatt. ‘’Kami dituntut segera melakukan recovery,’’ ujarnya.

Tejo menyebut, 100 teknisi perbaikan yang dibagi dalam tiga tim diterjunkan untuk proses pemulihan. Tim pertama menangani tower T-54, tim kedua meneruskan pembuatan jalur baru T-56, dan tim ketiga mendirikan tower emergency. Untuk kegiatan yang disebut terakhir bertujuan menormalkan aliran listrik PLTU Pacitan. Proses itu ditarget selesai lima hingga 10 hari. ‘’Kalau tenaga lainnya melibatkan warga setempat,’’ terangnya.

Tiga tim dibentuk karena ambruknya tower T-54 berdampak pada T-53 dan T-55. Kedua tower itu mengalami kerusakan pada bagian ujungnya. Dalam penanganannya, T-54 bakal diganti total. Sedangkan dua tower kena imbas cukup perbaikan pada titik yang rusak. Salah satunya menggunakan metode kanibal memanfaatkan ujung tower T-54 yang kondisinya masih bagus. ‘’Meski kanibal, tapi tidak akan menimbulkan masalah,’’ tutur Tejo sembari menyebut pemenuhan kebutuhan listrik saat ini dialihkan dari wilayah lain yang sudah terkoneksi.

Lokasi pembangunan tower T-54 yang baru membuat PLN UIT JBTB galau. Tejo belum berani memastikan di titik lama atau baru. Sebab, hasil studi bersama Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya mengerucut pada sejumlah tower SUTET di Tulakan berada di kawasan tanah gerak. ‘’Bukan hanya tapak tower, tapi juga lokal daerah sini,’’ ungkapnya.

Tejo menambahkan, T-54 sejatinya satu dari empat tower yang rencananya bakal direlokasi. Tiga lainnya T-55, T-56, dan T-57. Namun, belum sampai terealisasi, menara itu roboh duluan. Belum terealisasinya pemindahan karena proses mencari lokasi baru. ‘’Kami akan studi bersama sejumlah kalangan untuk menentukan langkah selanjutnya,’’ pungkasnya. (den/c1/cor)

KBM SDN 3 Tulakan Terganggu

KEGIATAN belajar-mengajar (KBM) SDN 3 Tulakan sempat terganggu imbas robohnya tower SUTET T-54, Kamis (17/10). Belasan siswa tidak masuk sekolah selama dua hari pada Jumat (18/10) dan Sabtu (19/10).  ‘’Yang tidak masuk sekitar 25 persen dari total 67 siswa,’’ kata Kepala SDN 3 Tulakan Siti Rodhiyah Minggu (20/10).

Pada Jumat, banyak wali murid memintakan izin tidak masuk karena anaknya ketakutan. Tidak sedikit yang diajak mengungsi. Di luar itu, banyak wali murid tidak memberi kabar. KBM pun selesai lebih cepat dari biasanya. ‘’Khawatir, karena posisi sekolah berdekatan tower terdampak T-54,’’ ungkapnya.

Pihak PLN telah menyampaikan bahwa tower tersebut tidak membahayakan. Selama proses perbaikan, tidak ada pengaliran listrik. KBM hari ini diyakini kembali normal. Namun, belum bisa dipastikan apakah seluruh siswa mau bersekolah. ‘’Pesan dari dinas pendidikan, butuh surat pernyataan resmi dari PLN kalau memang tidak berbahaya. Kepastian demi menjamin keselamatan warga sekolah,’’ paparnya.

Sedangkan keputusan Kadari, 61, dan keluarganya mengungsi ke rumah mertua ternyata tepat. Oleh petugas perbaikan tower, warga Desa Bungur, Tulakan, itu diminta tidak tinggal di rumah. Sebab, lokasinya berada tepat di bawah tower T-55 yang bagian ujungnya patah. ‘’Belum tahu sampai kapan mengungsi karena masih trauma,’’ ucap Kadari.

Dia sebatas mengunjungi rumahnya ketika siang untuk memastikan kondisi. ‘’Hanya diperbolehkan menyalakan lampu. Kalau keperluan listrik lainnya tidak boleh,’’ ujarnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close