Ngawi

Imbas Pembebasan Pajak Hotel, Restoran, dan Retribusi Pasar, Potensi PAD Rp 2 Miliar Hilang

NGAWI, Jawa Pos Radar Ngawi – Para pengusaha hotel dan restoran di Ngawi bisa bernapas lega. Itu seiring kebijakan pemkab setempat memperpanjang pembebasan pajak kedua sektor usaha tersebut hingga September mendatang.

Kepala Badan Keuangan Ngawi Bambang Supriyadi menjelaskan, pemkab tergerak memperpanjang pembebasan pajak lantaran usaha jasa hotel dan restoran terdampak cukup parah pandemi Covid-19. ‘’Pembebasan pajak awalnya berlaku mulai Maret selama tiga bulan. Atas petunjuk bupati, diperpanjang lagi sampai September,’’ ujarnya Minggu (5/7).

Dia menyebut, dampak keringanan pajak berbagai sektor, sejauh ini sudah sekitar Rp 2 miliar potensi pendapatan asli daerah (PAD) yang hilang. Selain sektor pajak hotel dan restoran, besaran itu juga berasal dari penghapusan retribusi pasar. ‘’Nominal persisnya kurang tahu. Yang jelas, untuk sektor pajak hotel, restoran, dan retribusi pasar sekitar 10 persen dari total penurunan PAD senilai Rp 20 miliar,’’ ungkapnya.

Menurut Bambang, penurunan itu masih berpotensi bertambah jika kebijakan pembebasan pajak hotel dan restoran diperpanjang lagi hingga akhir tahun. ‘’Menunggu hasil evaluasi dulu, mudah-mudahan bisa segera normal kembali,’’ pungkasnya. (tif/c1/isd)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close