MadiunPendidikan

Imbas Kekurangan Siswa, Lima Guru SMAN 1 Jiwan Terancam Tak Terima Tunjangan

MADIUN, Jawa Pos Radar Caruban – Jumlah guru SMAN 1 Jiwan yang tidak dapat tunjangan berpotensi bertambah. Kurangnya jumlah calon siswa dalam Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) 2020/2021 menjadi musababnya. ‘’Tahun lalu dua guru, kemungkinan tahun pelajaran ini ada enam yang tidak dapat tunjangan,’’ kata Wakil Kepala Kesiswaan SMAN 1 Jiwan Tohir Suwarno Selasa (7/7).

Tohir menyebut, 59 calon siswa terjaring dalam PPDB kali ini. Sudah termasuk nama lulusan SMP yang ditampung saat daftar ulang. Jumlah puluhan siswa itu membentuk tiga rombongan belajar (rombel) kelas X. ‘’Dua kelas IPA dan satu IPS menambah rombel jadi 11. Termasuk XI dan XII,’’ paparnya.

Menurut dia, jumlah tersebut belum bisa mencukupi kebutuhan jam mengajar tenaga pendidik. Yakni, 32 guru berstatus aparatur sipil negara (ASN). Seorang guru, kata Tohir, perlu mengajar minimal 24 jam dan maksimal 40 jam. ‘’Kalau tahun lalu dapat lima rombel,’’ sebutnya.

Kekhawatiran hilangnya tunjangan diperparah perubahan kurikulum. Pergantian itu mengubah jam tatap muka sejumlah mata pelajaran (mapel). ‘’Ada pelajaran yang dulunya empat jam, tapi di kurikulum baru tinggal dua jam,’’ ungkap Tohir.

Pihaknya coba berkomunikasi dengan lembaga pendidikan lain. Mengupayakan kesempatan tenaga pendidik mengajar di sekolah lain agar jam mengajar terpenuhi. Berhasil tidaknya bergantung ketersediaan jam mengajar di lembaga terkait. Juga restu dari Pemprov Jawa Timur. ‘’Jika salah satu faktor tidak terpenuhi, guru siap-siap tidak mendapatkan tunjangan,’’ terangnya. (den/c1/cor)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close