featuresMadiun

Ima Miss Peceland 2019: Rancang Busana Sendiri, Pelajari Visi-Misi Mada

RATUSAN pasang mata menyorot setiap gerak Imaniar Septiani Rais saat gadis itu beraksi di panggung Taman Lalu Lintas Bantaran Kali Madiun Minggu pagi (1/12).  Dalam balutan fashion bertema batik kasual modern, dia terus menebar senyum.

Ima –sapaan Imaniar Septiani Rais- pun tidak kehilangan senyum saat Noor Aflah, salah seorang juri dari Diskominfo Kota Madiun, melemparkan pertanyaan seputar pedagang kaki lima (PKL).

‘’Penghapusan retribusi merupakan salah satu program untuk meringankan beban PKL. Sedangkan PKL yang ideal adalah yang terus melakukan inovasi agar dapat dikenal hingga mancanegara. Dengan demikian mampu mengangkat nama Kota Madiun di level internasional,’’ kata Ima disambut aplaus dan teriakan histeris sejumlah ’’suporternya’’.

Momen tersebut terlihat dalam grand final pemilihan Miss Peceland 2019 di Taman Lalu Lintas Bantaran Kali Madiun kemarin (1/12). Siswi SMKN 2 Kota Madiun itu berhasil menjadi yang terbaik usai tampil mengesankan di hadapan empat juri.

Penampilan impresif itu mengantar Irma menyabet gelar Miss Peceland 2019.

Pun, perasaan kaget, bangga, haru, senang, sekaligus bahagia dirasakannya usai Nova Retalista –Srikandi Indonesia 2019- menyematkan mahkota di kepalanya. ‘’Lewat media sosial dan tatap muka langsung dalam berbagai acara, saya akan membantu mempromosikan wisata Peceland Kota Madiun,’’ ungkap dara 17 tahun itu.

Raihan itu menjadi pembuktian bahwa anak keluarga kurang mampu bisa menorehkan prestasi. Sehari-hari, sulung dua bersaudara itu selalu membantu ibunya yang berjualan kerupuk. Pulang sekolah Ima ikut menyiapkan dagangan yang hendak dijual sang ibu keesokan harinya. ‘’Berkat doa orang tua juga bisa jadi juara,’’ imbuh warga Desa Sendangrejo, Kecamatan/Kabupaten Madiun, itu.

Pemilihan Miss Peceland 2019 awalnya diikuti 16 peserta. Dari jumlah itu akhirnya dikerucutkan menjadi 10 finalis. Selanjutnya, mereka menjalani masa karantina di kantor Jawa Pos Radar Madiun untuk pembekalan selama tiga hari.

Dalam masa karantina, Ima selalu mengikuti materi dengan serius. Berbagai referensi juga dipelajarinya. Terutama terkait program kerja Pemkot Madiun. Mulai Panca Karya yang menjadi visi-misi kepemimpinan Maidi-Inda Raya (Mada) hingga lagu Madiun Nyaman dan Damai.

Persiapan lain juga dilakukan Ima. Mulai fisik hingga busana yang akan dikenakan di grand final. Hebatnya, busana bertema batik kasual modern yang dikenakannya merupakan rancangan sendiri. Pun, hanya disiapkan dalam waktu sehari.

Kain batik bermotif pecelan yang dipesannya datang pada Kamis malam (28/11). Esok harinya dia bergegas mengirimkan bahan itu ke bibinya untuk dijahit. Malam hari, busana jadi dan siap dikenakan. ‘’Buat desain sendiri setelah lihat-lihat di internet,’’ tutur gadis yang memiliki segudang prestasi di bidang tari itu.

Dua finalis lain yang terpilih bersinar adalah Rinda Sabilla Putri dari SMPN 4 (runner-up I) dan Mutiara Syahrina dari SMKN 4 Kota Madiun (runner-up II). *** (kid/isd/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close
               
         
close