Sisihkan Ribuan Peserta, Cyclist Kota Madiun Juara III Tour de Ambarrukmo

35
BERSAING: Agus Haryanto (empat dari kiri) meraih juara III kategori usia 41-50 tahun di event Tour de Ambarrukmo (TDA).

MADIUNCyclist asal Kota Madiun berkibar di event sepeda nasional Tour de Ambarrukmo (TDA). Dialah Agus Haryanto. Pria 42 tahun ini berhasil merebut podium ketiga King of Mountain (KOM) 41-50. Panjang rute dari event yang diikuti 1.600 peserta itu 145 kilometer. ’’Ini surprise, karena saya tidak ada target apa-apa,’’ kata Agus.

Di podium, Agus bisa berdampingan dengan peraih gelar KoM Juwanto Reza dan Dwi Ratsongko di peringkat dua. Kedua cyclist itu baru saja menjadi jawara di event  sepeda Blue Fire Ijen, Banyuwangi. Ini artinya, cyclist Kota Madiun mulai berbicara di kancah event sepeda nasional. ’’Sudah dua kali ikut TDA, tahun lalu peringkat keempat,’’ ujarnya.

Kali pertama, dia diajak ikut event TDA oleh Rudy S. Rustanto. Sama-sama cyclist Ratjoen. Tahun ini pun dia ketagihan untuk ikut. ’’Tidak ada persiapan khusus. Saya latihan tanjakan yang lebih intensif,’’ tuturnya.

Misalnya, dalam sepakan, 3 sampai  4 kali  bersepeda dari Kota Madiun ke Bodag, Kabupaten Madiun. Sengaja dipilih Bodag lantaran jalur itu dianggap hampir sama dengan karakter race di Ambarrukmo.

Tour de Ambarrukmo mengambil start-finis di Pendapa Royal Ambarrukmo. Dari permulaan start, peserta sudah berhadapan dengan tanjakan yang memanjang di perbukitan Kulon Progo itu. “Dari semua event sepeda yang saya ikuti, ini termasuk yang paling menantang,” bebernya.

Bukan hanya jauh, melainkan juga menanjak  dengan tingkat kemiringan mencapai 26 persen. Puncaknya di 1 kilometer terakhir jelang finis. Dalam kondisi tubuh yang lelah, terus menanjak.  ’’Kuncinya harus bisa me-manage kekuatan diri sendiri. Jangan sampai overlimit lalu  kehabisan tenaga,’’ paparnya.

Itulah yang dilakukan Agus melahap rute 145 kilometer. Menjaga mental ketika melihat cyclist lain mendahului. Di saat yang bersamaan tidak terlalu memaksakan diri. ’’Sepeda itu melawan diri sendiri,’’ ungkapnya.

Agus mulai bersepeda sejak 2014. Sebelumnya, dia lebih banyak ke bulu tangkis. Pun, event pertama yang diikuti adalah Cycling Party Jamus yang dihelat Radar Madiun. Lalu merambah Bromo; Sarangan, Magetan; dan Jogjakarta. “November nanti juga sudah daftar tour Bromo, dua hari pelaksanaannya, total race sekitar 250 km. Saya memang senang berkompetisi,’’ jelasnya.

Sejak bersepeda, tubuh Agus jadi lebih fit, ideal, dan jarang terkena flu. Juga jadi tahu tempat-tempat wisata di berbagai daerah yang belum pernah disambanginya. Seperti di Ambarrukmo yang menyuguhkan point of interest Jogjakarta. ’’Sebelum sepeda saya nggak ada pikiran untuk menyinggahi tempat-tempat wisata tersebut,” pungkasnya. (dil/c1/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here