Madiun

Ikat Kepala Merah untuk Pegiat Antirasuah

MADIUN, Jawa Pos Radar Madiun – Suara lantang menentang revisi UU KPK diteriakkan pegiat antikorupsi Kota Madiun. Bersama sejumlah elemen masyarakat, mereka menandatangani petisi penolakannya di Lapangan Gulun, Sabtu (14/9).

Budi Santoso menilai revisi itu memperlemah fungsi karena ada beberapa legitimasi komisi antikorupsi yang dipreteli. Seperti pembentukan dewan pengawas, izin tertulis penyadapan, dan peniadaan penyelidik dan penyidik independen. ‘’Revisi itu melemahkan fungsi pencegahan dan pemberantasan yang telah berjalan baik selama ini,’’ kata koordinator aksi tersebut.

Selain menggalang dukungan dari daerah, pegiat antikorupsi dari kota ini berencana mengirim surat pernyataan penolakan revisi UU KPK kepada presiden dan DPR RI. ‘’Belum saatnya UU KPK direvisi. Kinerja KPK selama ini sudah baik,’’ tegasnya.

Aksi penolakan revisi UU KPK itu dituangkan dalam spanduk panjang yang dibubuhi banyak tanda tangan. Sikap penolakan juga disimbolkan dengan bandana merah yang diikatkan di kepala para pegiat antikorupsi. (her/c1/fin)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
Close