Ikan Laut yang Didatangkan Pedagang dari Luar Daerah

27
TERBATAS: Para pedagang ikan di Pasar Arjowinangun, Pacitan, harus mengambil ikan dari luar daerah untuk memenuhi permintaan.

PACITAN – Pedagang ikan laut sejumlah pasar tradisional di Pacitan kelimpungan. Sebab, sejak sepekan terakhir pasokan semakin berkurang. Itu merupakan dampak gelombang tinggi dan angin kencang di Samudera Indonesia. Sehingga, sebagian besar nelayan enggan melaut. Para pedagang pun harus mencari pasokan ke luar daerah seperti Trenggalek dan Tulungagung.

Di Pasar Arjowinangung misalnya, sebagian besar stok ikan berasal dari luar daerah. Sehingga, kesegaran dan kualitasnya kurang bagus. Pun ukurannya lebih kecil dari pada ikan Pacitan. ‘’Harganya memang lebih murah. Yang dari pacitan paling cuma udang,’’ jelas Toyibatin, salah seorang pedagang ikandi pasar setempat, Jumat (14/6).

Ikan tore yang biasa dijual Rp 20 hingga Rp 30 ribu per kilogram, kini jadi sekitar Rp 15 ribu. Harga ikan Banyar juga turun dari Rp 18 ribu per kilogram jadi Rp 14 ribu. Sementara ikan layur dan bandeng juga turun berkisar Rp 3.000 hingga Rp 4.000 per kilogram. ‘’Biasanya bandeng Rp 18 ribu tapi sekarang Rp 15 ribu. Ikan layur sekitar Rp 25 ribu, kalau dulu yang kualitas bagus sampai Rp 30 ribu lebih,’’ ungkapnya.

Toyibatin menambahkan, meski lebih murah konsumen banyak yang kecewa dengan kualitasnya. Pasalnya berbeda jauh dari hasil tangkapan nelayan Pacitan. Biasanya harga akan normal jika suplai ikan tinggi seiring cuaca dan gelombang yang membaik. Namun, dia tak tahu kapan kembali normal. ‘’Tergantung nelayan, kalau sudah melaut lagi pasti langsung normal harganya,’’ bebernya.

Kondisi serupa juga dikeluhkan tengkulak di Tempat Pelelangan Ikan Tamperan Pacitan. Bahkan, sejak akhir Ramadan lalu tak ada ikan yang didaratkan para nelayan. Padahal permintaan terbilang bagus akhir-akhir ini. ‘’Ikannya sepi, gak jualan kalau gak ada ikan. Jadi pengangguran gini,’’ ujar Sumiati, salah seorang pedagang di Tamperan.

Saat ini, sebut Sumiati, stok ikan hanya berasal dari kapal-kapal besar yang berani melaut. Lantaran kualitasnya bagus langsung ludes diserbu pedagang. Jika harus dibagi pun tak akan cukup. Sedangkan stok ikan dari nelayan kecil kosong lantaran ombak terlampau tinggi untuk melaut. ‘’Pendapatan tergantung ikannya. Kalau banyak, juga banyak. Kalu sepi, ya sedikit,’’ ungkapnya. (gen/sat)

1 COMMENT

  1. hal yang bisa dilakukan mungkin hanya bisa berdoa agar gelombang ombak besar cepat reda.
    Ane yang mancing di pinggir laut aja was – was tentu saja nelayan g mau melaut

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here