Ifan Seventeen Tenangkan Diri di Rumah Istri

678

01 Berbagai karangan bunga masih terpajang untuk menyampaikan belasungkawa. Dia pun lebih merasa tenang menghabiskan waktu di Bumi Reyog ini. ‘’Saya ingin tenang dulu di sini,’’ kata Ifan.

Ifan mengatakan, rumah istrinya itu merupakan tempat yang paling tenang untuk mengobati kesedihannya. Jika merasa kangen, dia tidak perlu jauh-jauh untuk ziarah makam. Pun, di rumah itulah dia merasa dapat mengobati trauma yang masih menyelimutinya. ‘’Balik ke Jakarta saya rasa bukan pilihan tepat,’’ ujarnya.

Baginya, pulang ke Jakarta bisa membuatnya membangkitkan memori bersama orang-orang terdekat. Kenangan bersama sahabat personel Seventeen yang menjadi korban tsunami Selat Sunda. Pun, memori bersama istri yang memang banyak dihabiskan di ibu kota. ‘’Ketika sudah kangen mau ke sini, jauh. Dan pasti di sana gak nyaman. Saya pengin tenang dulu,’’ ungkapnya.

Meskipun berusaha tegar, Ifan tetap menyimpan kesedihan mendalam. Bahkan, dia merasakan trauma hebat setelah selamat dari terjangan tsunami. Sekadar melihat panggung ataupun ambulans, Ifan merasa takut. ‘’Gak pengin lihat panggung, apalagi ambulans. Saya seperti orang ketakutan. Juga dengan alat musik dan semua benda yang ada waktu kejadian itu,’’ sambungnya.

Karenanya, dia ingin vakum dari dunia hiburan. Untuk sementara waktu, dia tak ingin bernyanyi dan manggung. Alat musik milik personel Seventeen yang dia temukan di lokasi bencana, dia simpan. Meskipun rusak, dia ingin merawat untuk mengenang para sahabatnya. Berpulangnya orang-orang yang dicintai menjadikan pelajaran penting. ‘’Harus tegar meskipun sebenarnya tidak keruan kesedihan ini. Sulit untuk mengungkapkannya,’’ ucap Ifan.

Lagu-lagu yang diciptakan para sahabat dikatakannya merupakan karya abadi yang tidak pernah tergantikan. Setiap lagu merupakan waktu yang dihabiskan bersama orang terkasih di grup band tersebut. ‘’Intinya saya ingin tenang dulu. Saya ingin dekat dengan istri setiap saat,’’ ungkapnya.

Ifan juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh kerabat dan pihak mana pun yang telah banyak membantu. Termasuk petugas dan relawan yang mungkin saat ini masih bertugas di lokasi bencana. ‘’Saya ucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya kepada semua sahabat dan kerabat serta semua pihak. Mohon maaf mewakili sahabat yang ada di Seventeen, dan atas nama istri saya,’’ ucapnya. (mg7/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here