Ifan Seventeen Sesalkan Kinerja BMKG

341

PONOROGO – Hingga tujuh hari kepergian Dyllan Sahara Puteri, Reifan Fajarsyah masih ingin tinggal di rumah istrinya. Wartawan koran ini berkesempatan wawancara eksklusif dengan Ifan, panggilan vokalis Seventeen itu. Dalam sesi wawancara, Ifan menyesalkan kinerja Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG). ‘’Saya hanya ingin mempertanyakan tentang BMKG,’’ katanya.

Sebelum Seventeen manggung Sabtu (22/12), pihaknya tidak mendapat pemberitahuan dari BMKG akan adanya tsunami. Bahkan, penyelenggara dan pihak yang terlibat acara tidak mendapat pemberitahuan. ‘’Termasuk keluarga yang tidak tahu tentang peringatan dini tsunami,’’ ujarnya.

Belakangan, Ifan dan pihak jajaran manajemen baru mengetahui informasi peringatan dini tsunami. Dikatakannya, dua hari sebelum kejadian, BMKG telah menginformasikan peringatan dini tsunami. Itulah yang disesalkan pemilik suara yang khas dengan falsetonya itu. ‘’Kenapa kami tidak diberi informasi itu?’’ ucapnya.

Kebetulan, ketika gelombang menerjang, salah seorang kru Seventeen sempat merekam dalam video amatir. Dari video tayangan itulah, Ifan yang selamat dari maut baru ngeh bahwa gelombang yang menerjangnya adalah tsunami. ‘’Termasuk yang dirasakan keluarga di Kalimantan dan Ponorogo. Semua panik setelah tsunami menerjang,’’ sambungnya.

Dia menjelaskan, kepanikan yang dirasakan segenap keluarga hilang setelah BMKG kembali mengeluarkan pernyataan bahwa itu bukanlah tsunami melainkan gelombang tinggi. Padahal, menurut Ifan, sepanjang pesisir merupakan daerah prioritas utama terdampak. ‘’Beberapa hari kemudian, keluarlah statement dari BMKG bahwa itu adalah tsunami,’’ imbuhnya.

Hal itulah yang disesalkan terhadap kinerja BMKG. Seharusnya otoritas yang berwenang atas seluruh prediksi cuaca dan kebencanaan itu menyebarluaskan informasi peringatan dini tsunami sebelum kejadian. Sehingga, masyarakat dapat menjauh dari garis pantai. ‘’Barulah sekarang diberi peringatan berapa kilometer warga harus menjauh dari bibir pantai,’’ tuturnya.

Pendapat Ifan tentang buruknya kinerja BMKG bukan tanpa alasan. Sebab, ratusan nyawa melayang dalam tragedi itu. Pun ribuan orang dinyatakan hilang pascabencana. Termasuk istri dan personel Seventeen, orang-orang tercinta yang turut menjadi korban. ‘’Saya bukan maksud mencari kambing hitam,’’ ucapnya.

Ifan hanya tidak ingin masyarakat lain turut menjadi korban selanjutnya dari bencana serupa. Karena itu, Ifan memperingatkan BMKG agar bekerja sesuai fungsinya. ‘’Saya di sini selaku masyarakat, bukan figur atau apa pun itu. Jadi berhak mendapatkan pelayanan yang baik,’’ tekannya. (mg7/c1/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here