Magetan

Ibu-Anak Bersaing di Pilkades Purwodadi

Minta Warga Jangan Golput, Pastikan Bersaing Sehat

Persaingan calon kepala desa yang melibatkan satu keluarga muncul di Desa Purwodadi, Kecamatan Barat. Suci Minarni dan Septian Bagus Winata bertarung menjadi pemimpin desa. Ibu dan anak itu dipastikan bersaing setelah verifikasi berkas dinyatakan lengkap.

=====================

FATIHAH IBNU FIQRI, Magetan, Jawa Pos Radar Magetan

SETELAH verifikasi berkas pencalonan sebagai kepala desa (kades) dinyatakan lengkap pada Senin lalu (4/11), Septian Bagus Winata langsung mencium tangan ibunya, Suci Minarni. Septian bukan orang asing bagi Suci yang merupakan cakades petahana tersebut. Pemuda 27 tahun itu adalah putranya.

Suasana harmonis itu berlanjut saat proses pengundian nomor urut berlangsung. Hasilnya, sang ibu mendapat nomor satu. Sementara itu, Septian memperoleh nomor urut dua. Tiga hari berselang foto keduanya kini tersebar di gang-gang kampung. Yang menarik, foto ibu-anak tersebut berjejer dalam satu baliho. Padahal, di tempat lain, alat peraga kampanye (APK) antarcalon dibuat secara terpisah.

Septian menyatakan, pihak keluarga tidak sengaja memunculkan namanya sebagai cakades. Itu terpaksa dilakukan karena tidak ada warga yang muncul sebagai penantang Suci. Begitu juga saudara dari ibu tidak ada yang mau macung. Sementara, batas waktu pendaftaran segera berakhir.

Karena itu, pada menit-menit akhir, Septian lantas memberanikan diri maju mendaftar. ‘’Karena kebetulan saya sendiri belum punya kesibukan. Dan, syarat umur saya  sudah mencukupi,’’ kata Septian Jumat (8/11).

Soal dokumen administrasi pencalonan, semua dibantu dilengkapi oleh sang ibu. Septian hanya tinggal terima jadi. ‘’Kalau sebenarnya saat itu ada warga lain yang mendaftar, saya mengundurkan diri,’’ ujar sarjana jurusan Sastra Inggris Universitas Brawijaya Malang tersebut.

Dia optimistis pencalonannya sebagai cakades itu tidak akan sampai mengganggu bisnis jual beli daging sapi segar yang telah dirintis keluarga. Bahkan, hal tersebut bisa menjadi keuntungan nonteknis baginya. Karena dapat dijadikan sebagai pengalaman hidup. ‘’Saya sudah sampaikan ke warga maupun ke teman-teman satu desa, siapa pun pilihannya sama saja,’’ tutur Septian.

Kendati demikian, bukan berarti Septian tidak siap dijadikan sebagai kades. Dia menyatakan siap mengemban amanah yang diberikan oleh warga. ‘’Karena takdir siapa yang tahu,’’ ucapnya.

Sementara itu, Suci mengaku bahwa Septian sebenarnya sudah disiapkan sejak jauh hari sebagai cakades. Sebagai seorang ibu, tentu Suci sangat bangga dengan kiprah Septian. Bersama dengan putranya tersebut, Suci hanya tinggal mengampanyekan jangan golput kepada para warga yang mempunyai hak pilih. ****(her/c1)

Baca Lagi

Berita Terkait

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Back to top button
close
PENGUMUMAN
Close