Hutan Lawu Kritis, Poncol Langganan Longsor

71

MAGETAN – Warga di wilayah Kecamatan Poncol harus waspada. Kawasan di lereng Gunung Lawu itu sudah langganan longsor. Resapan air di kawasan hutan Lawu yang terus berkurang ikut memberi sinyal bahaya. Pada Selasa (22/1) malam kembali terjadi longsor. Fondasi rumah Saerun, 45, warga Desa Cileng, Kecamatan Poncol  ambrol. ’’Talut tidak kuat menahan gerusan air,’’ ujar Saerun ditemui Jawa Pos Radar Magetan.

Jebolnya fondasi yang berada di dekat tebing itu membuat dinding ikut ambrol. Akibatnya menimpa sebagian rumah tetangganya. Saerun mengaku apa yang dialami itu musibah. Itu tak mengurangi niatannya untuk terus menempati rumahnya tersebut. Sebab, di lingkungan rumahnya memang sering terjadi longsor. ’’Tanah saya memang di lereng gunung, jadi maklum,’’ ujarnya.

Sementara itu, Supervisor Pusdalops BPBD Magetan Eka Wahyudi mengatakan, longsor di Cileng tak sampai menimbulkan korban jiwa. Namun dampaknya cukup serius karena merusak rumah milik Saerun dan tetangganya. Kerugian ditaksir sampai Rp 15 juta. ’’Kami imbau warga di Poncol dengan adanya potensi longsor susulan,’’ ujarnya.

Dia menambahkan, Poncol masuk wilayah rawan bencana longsor. BPBD, kata dia, akan menambah jumlah pos pemantauan di wilayah timur. Sebelumnya, titik pantau berada di Poncol wilayah barat. Potensi longsor susulan itu masih ada ketika curah hujan masih tinggi. ’’Seperti prediksi BMKG, curah hujan di Magetan masih tinggi disertai angin kencang,’’ pungkasnya. (mgc/ota)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here