Hunian Liar Terlalu Lama Mengakar, Pemkab Janjikan Rehabilitasi 19 Penghuni

43

MADIUN – Hunian liar sudah mengakar lama di pinggiran sungai Jiwan. Bukan perkara mudah menggusur bangunan liar yang telah menempati lahan milik Pemprov Jatim sejak 1979 silam. Meskipun, sejak puluhan tahun pula lokasi itu dijadikan sarang prostitusi. ‘’Sudah lama sekali, sejak saya masih SD,’’ tutur Kades Jiwan Widayanto.

Sejak lama pula keberadaannya dikeluhkan warga yang memiliki sawah dekat kebun jati di lokasi tersebut. Lantaran kawasan itu kerap disambangi pria hidung belang. Berkali teguran yang disampaikan tak pernah diindahkan. ‘’Diminta pindah tak dihiraukan,’’ tegasnya.

Bahkan, lanjut Widayanto, para penghuni sempat mengklaim sudah mendapat ijin untuk tinggal. Lantaran telanjur menempati sepanjang tiga generasi. Meskipun penghuni terkait tak bisa menunjukkan jenis perijinan yang dimaksud. Pun, saat ditilik langsung oleh DPU Pengairan Provinsi Jatim. ‘’Sudah kami berikan pemberitahuan malam sebelum pembongkaran dan mereka bersedia membongkar sendiri,’’ katanya.

Pasca pembongkaran, Widayanto tahu betul 19 penghuni bangunan liar itu kini tak tak punya tempat tinggal. Urusan selanjutnya, pemdes menyerahkannya kepada dinas sosial (dinsos) Kabupaten Madiun. ‘’Sementara ini mereka ditampung di rumah saudaranya masing-masing,’’ katanya.

Terpisah, Kabid Rehabilitasi Sosial Dinsos Kabupaten Madiun Tatuk Mahmawati tetap menjanjikan rehabilitasi. Mereka akan mendapatkan pelatihan di UPT Gepeng di Demangan, Kota Madiun. ‘’Kemungkinan pelatihannya nanti berupa membuat makanan,’’ katanya.

19 penghuni, kata Tatuk, juga bakal mendapatkan bantuan stimulan. Sebagai modal kelak agar tidak kembali mendirikan warung liar di atas tanah milik negara. Namun, memulai usaha di tempat lain secara sah dan jauh dari penyimpangan sosial. ‘’Kalau benar-benar berniat berbenah dan memperbaiki hidup, pasti ada jalan.’’ (fat/fin)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here