HUKUM: Lapas Ngawi Makin Overload

111

NGAWI – Belum genap dua bulan, dua kali sudah Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Klas II B Ngawi mendapat layaran 30 narapidana (napi) dari Rumah Tahanan (Rutan) Medaeng, Sidoarjo. Kondisi lapas yang sudah overload dipastikan bertambah sesak dengan adanya layaran tersebut.

Kepala Keamanan Lapas Klas II B Ngawi Irphan Dwi Sandjojo mengatakan, pemindahan tersebut merupakan langkah redistribusi napi karena kondisi overkapasitas Rutan Medaeng. ‘’Latar belakang kasusnya beragam. Mulai tindak pidana kriminal sampai narkoba. Masa hukuman menyisakan dua sampai tiga tahun,’’ ungkapnya kemarin (31/3).

Adanya tambahan 30 napi tersebut dipastikan menambah sesak Lapas Ngawi lantaran kondisi sebelumnya sudah overload. Dengan layaran dari Medaeng tersebut, total napi lapas setempat kini berjumlah 397 orang. Padahal, kapasitas normalnya hanya 200 napi.

Terkait hal itu, Irphan mengaku pihaknya mesti melakukan sejumlah langkah antisipasi untuk meminimalisasi gangguan keamanan dan ketertiban. Di antaranya, peningkatan controlling blok hunian. “Termasuk juga peningkatan program pembinaan,’’ imbuh Irphan.

Dia menambahkan, total pegawai Lapas Ngawi saat ini sebanyak 72 orang. Dari jumlah itu, 40 di antaranya dikhususkan untuk pengamanan. Perinciannya, 30 staf dalam regu pengamanan, enam petugas di blok perempuan, dan dua lagi staf KPLP.

Menilik kondisi tersebut, Irphan tidak menampik bahwa pihaknya mesti ekstra melakukan pengamanan dan pembinaan terhadap napi. Berbagai kemungkinan dampak negatif akibat adanya layaran tersebut juga diantisipasi. ‘’Layaran itu murni redistribusi karena over kapasitas di Rutan Medaeng,” tekannya.

Bukan kali ini saja Lapas Ngawi mendapat layaran napi dari Medaeng. Pada 13 Februari lalu, lapas itu juga kedatangan 30 napi dari Medaeng. Sekitar dua pekan berselang, tepatnya 28 Februari, giliran mendapat kiriman 18 napi dari Lapas Klas I Madiun. (den/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here