Hujan Reda, Jalan Rusak di Mana-Mana

20

PACITAN – Musim penghujan mulai berlalu. Namun, menyisakan masalah baru di Pacitan. Beberapa ruas jalan dihiasai lubang beragam ukuran. Termasuk jalan kabupaten. Salah satunya di ruas Desa Sambong, Pacitan. Jalur alternatif itu retak dan berlubang. ‘’Banyak lubangnya. Siang saja bahaya. Apalagi malam saat kondisi gelap,’’ kata Brahmantyo, salah seorang pengguna jalan, Rabu (8/5).

Menurut dia, kerusakan terjadi sejak beberapa bulan lalu. Bahkan, sebelum memasuki musim penghujan. Awalnya lubang-lubang kecil. Sat m,usim penghujan lalu, beberapa lubang jalan kian menganga dan membahayakan. Sebagian warga setempat pun menambal lubang dengan urukan tanah seadanya. ‘’Rusaknya langsung banyak,’’ ungkapnya.

Dirinya berharap pemerintah setempat segera memperbaikinya. Pasalnya, jalan itu juga dilintasi kendaraan besar. Dia khawatir, jika tak segera diperbaiki kendaraan bertonase besar yang melintas bakal memperparah kerusakan. Sehingga, semakin berbahaya. Terlebih minim penerangan saat malam hari. ‘’Banyak juga kendaran proyek yang lewat. Sebab ini jalur alternatif Pacitan-Ponorogo tanpa harus lewat kota,’’ jelasnya.

Selain di Sambong, kerusakan jalan usai penghujan juga terjadi di Desa Plumbungan, Pacitan. Aspal jalan mengelupas hingga beberapa ratus meter. Parahnya lagi, jalur tersebut juga menanjak hingga membahayakan pengendara yang melintas. ‘’Semakin parah setelah penghujan. Dulu hanya rusak sedikit,’’ sebut Sulamin, salah seorang warga setempat.

Dia menambahkan warga sempat berinisiatif menutup lubang jalan dengan material tanah dan pasir. Meski sementara, diharapkan bisa mengurangi risiko kecelakaan. Itu dilakukan sembari menunggu perbaikan dari pemerintah setempat. ‘’Semoga cepat diperbaiki, karena ini jalurnya menanjak. Sangat bahaya,’’ pintanya. (gen/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here