Hujan Deras, Tiga Desa Tergenang

85

MADIUN – Bayang-bayang banjir masih menghantui sejumlah wilayah di Kabupaten Madiun. Sebab, hujan lebat bakal mengguyur Caruban -sebutan lain Kabupaten Madiun- hingga beberapa hari ke depan. Stasiun Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kelas I Juanda meminta masyarakat waspada atas cuaca ekstrem yang bakal melanda sejumlah wilayah di Jatim, termasuk Kabupaten Madiun, hingga beberapa hari ke depan. ‘’Dipicu gangguan skala regional yang dikenal Siklon Savannah,’’ kata Plt Kepala Pelaksana (Kalak) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Madiun Supriyanto kemarin.

Siklon Savannah terdeteksi di wilayah perairan Samudra Hindia. Munculnya pusat tekanan rendah di wilayah Nusa Tenggara Timur (NTT) memicu pertemuan massa udara (konvergensi) di wilayah Jatim. ‘’Pola angin itu menimbulkan awan kumulonimbus yang menyebabkan hujan intensitas lebat dua sampai tiga hari ke depan,’’ ujarnya.

Tingginya uap air yang naik ke atmosfer mengakibatkan pertumbuhan awan kumulonimbus semakin intens. Kondisi ini dapat mengakibatkan curah hujan mencapai 5,6 milimeter per hari. ‘’Kali ini (curah hujan, Red) terpantau turun  di kisaran 0,6 hingga 5,6 milimeter per hari,’’ sebut Supriyanto.

Hujan deras yang mengguyur Kabupaten Madiun Senin malam (25/3) membuat sejumlah wilayah di Kabupaten Madiun tergenang banjir. Data di BPBD, setidaknya tiga desa di tiga kecamatan terdampak hujan deras hingga menimbulkan banjir. Yakni, Desa Dimong dan Tulungrejo, Kecamatan Madiun; dan Desa Ngadirejo, Kecamatan Wonoasri. Sementara di Desa Pecinan, Balerejo, masuk kategori genangan. ‘’Khususnya untuk daerah-daerah yang terkena genangan cukup parah, kami sudah melakukan beberapa langkah,’’ terangnya.

Supriyanto menyebut sebagian wilayah di Balerejo terkena genangan. Hingga sekolah harus mengeluarkan kebijakan siswa belajar di rumah lantaran sekolah berlumpur dan dikhawatirkan mengganggu kenyamanan siswa. ‘’Tapi, hingga sore tadi sudah surut,’’ ungkapnya.

Banjir sudah empat kali menerjang wilayah tersebut sepanjang musim hujan tahun ini. Wilayah langganan banjir berada di daerah aliran sungai (DAS) Kalipiring karena berhulu di lereng Gunung Wilis. ‘’Karena sungai sudah tidak mampu menampung debit air yang tinggi, khususnya jika ada kiriman dari Kare dan sekitarnya,’’ jelasnya.

Menurut Supriyanto, wilayah Wonoasri, luapan Sungai Seruni atau Sungai Pojok menjadi biangnya. Derasnya aliran air mengakibatkan tanggul jebol. Hingga, luapan air mampir di Desa Ngadirejo setinggi lutut orang dewasa. ‘’Pagi sudah surut,’’ ungkapnya.

Banjir yang melanda Kabupaten Madiun menurutnya belum berakhir. Sebab, musim penghujan diperkirakan berakhir awal April. Sedangkan cuaca ekstrem masih terjadi beberapa hari ke depan. Untuk itu, pihaknya mengimbau masyarakat untuk selalu waspada terhadap bencana banjir, termasuk tanah longsor. Khususnya yang ada di daerah pegunungan. Sederet kecamatan mulai Balerejo, Dagangan, Gemarang, Jiwan, Kare, Madiun, Mejayan, Pilangkenceng Wonoasri, dan Wungu masuk radar peta bencana. ‘’Rawan banjir kategori ringan,’’ sebutnya.

Sementara banjir dahsyat yang melanda Desa Purworejo, Kecamatan Pilangkenceng, Rabu lalu (6/3) membawa dampak cukup parah. Khususnya akses jalan menuju jembatan penghubung RT 15 dan RT 16 Dusun Krapyak desa setempat. ‘’Jembatannya tidak rusak, hanya jalan menuju jembatan rusak,’’ ungkap Kepala Desa Purworejo Bambang Sumitro.

Bambang mengatakan, jalan itu menjadi akses warga untuk menuju Pasar Baru Mejayan (PBM). Pihaknya sudah melangkah dengan memberikan tanah uruk sebagai jalan darurat agar kendaraan roda dua dapat melintas. ‘’Air bisa meluber lewat tanggul, dan akhirnya berimbas di jalan itu,’’ ujar Bambang.

Untuk saat ini pihaknya terus melakukan antisipasi banjir. Khususnya dengan gencar memasang imbauan untuk menjaga kebersihan di Kali Jerohan yang rupanya menjadi penampung aliran air dari beberapa daerah. Bambang menengarai, banyaknya pohon bambu yang tumbang membuat arus sungai tersendat. ‘’Akibatnya bisa meluap dan yang paling parah ya waktu banjir besar itu,’’ bebernya. (fat/c1/pra)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here