Hujan-Angin, Pohon Roboh Timpa 2 Rumah

183

MADIUN – Sriyatun, warga Dusun Gembung, Desa Kepel, Kare, nyaris saja celaka. Rabu (9/1) sekitar pukul 18.30, rumahnya yang selama ini ditinggali bersama cucunya tertimpa pohon cengkih, bersamaan hujan disertai angin kencang yang melanda desa setempat.

Beruntung, Sriyatun dan cucunya berhasil menyelamatkan diri, kendati sebagian atap rumahnya rusak akibat tertimpa pohon. ‘’Untungnya, saya dan cucu segera lari keluar,’’ ujarnya kepada Radar Mejayan.

Sriyatun mengatakan, sebelum rumahnya kembrukan pohon cengkih dia sedang duduk di kursi dalam rumah bersama cucunya. Sementara, di luar hujan turun deras disertai angin kencang. Mendadak genting berjatuhan hingga keduanya semburat keluar rumah.

Kepala Desa Kepel Sungkono mengatakan, kejadian serupa menimpa rumah milik Waji, warga lainnya. Bangunan dapur pria itu berantakan usai tertimpa pohon tepat di samping rumah. ‘’Saking derasnya hujan dan kencangnya angin banyak pohon yang tumbang,’’ katanya.

Plt Kepala Pelaksana (Kalak) BPBD Kabupaten Madiun Supriyanto menyebut, hujan pada Rabu malam itu menumbangkan pepohonan di sejumlah kecamatan. Paling parah, kata dia, Kare dan Dolopo. ‘’Ada beberapa pohon yang ambruk sampai mengganggu akses jalan. Tapi, semua sudah tertangani,” tuturnya.

Dia mengatakan, hujan diprediksi terus mengguyur dalam beberapa hari ke depan. Pun, pihaknya mewaspadai potensi angin puting beliung. Terutama di wilayah rawan seperti Kecamatan Saradan, Pilangkenceng, Kare, Gemarang, dan Dolopo. ”Warga yang rumahnya dekat pepohonan besar perlu waspada,” imbuhnya.

Supriyanto juga mengimbau warga mewaspadai ancaman bencana longsor dan banjir. ”Kalau mengetahui gejala alam yang dirasa membahayakan, segera berlindung dan menyelamatkan diri,” pungkasnya. (mg4/c1/isd)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here