HIV/AIDS: Tetap Harus Hati-Hati, Jangan Mengucilkan

43

MADIUN – Jumlah orang dengan HIV/AIDS (ODHA) di Kabupaten Madiun 2019 ini tercatat 36 jiwa. Itu menambah panjang data kumulatif dinas kesehatan (dineks) setempat sebanyak 717 penderita sejak 2002 silam. ‘’Perinciannya 438 penderita HIV dan 279 penderita AIDS,’’ kata Sekretaris Umum Komisi Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Madiun Agrim Churnia Selasa (7/5).

Menurut dia, pengawasan dan deteksi ODHA sangat diperlukan. Utamanya, sejak penyakit masih dalam stadium awal. Sehigga, angka kematian bisa ditekan. Pasalnya, mereka yang rutin mengonsumi ARV akan menekan virus mematikan tersebut. ‘’Sehingga penyakit tidak akan menjalar hingga stadium lanjut,’’ ujarnya.

Mereka yang terdeteksi stadium awal merupakan penderita HIV yang belum mencapai AIDS. Tahun 2017 lalu, 106 ODHA terdeteksi tahap HIV. Sementara angka kematian saat itu 20 orang. ‘’Sedangkan yang terdeteksi sudah AIDS 10 orang,’’ ungkapnya.

Dia menyebut, pihaknya getol melakuakn VCT ke tempat-tempat risiko tinggi penularan HIV/AIDS. Risiko paling besar dan dapat menularkan HIV/AIDS adalah pelanggan PSK. Untuk itu, pihaknya sering mengunjungi tempat-tempat prostitusi untuk melakukan VCT pada para PSK. ‘’Penyakit ini seperti fenomena gunung es,’’ katanya.

Dia menyebut tak hanya para PSK, tapi juga wilayah yang terdapat ODHA. Khususnya keluarga para ODHA. Pihaknya akan terbantu jika keluarga mau diajak bekerja sama. Sebab, kebanyakan keluarga ODHA sulit diajak mengecek kondisi kesehatannya. ‘’Penyakit ini masa inkubasinya cukup lama,’’ bebernya.

Pihaknya juga berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten madiun untuk membantu pencegahannya. Di antaranya sosislaisasi ke sekolah-sekolah. Fokusnya pada cara penularan HIV/AIDS dan memberi wawasan siswa agar tak memberi stigma negatif pada ODHA. ‘’Sebagian besar masyarakat masih memandang negatif para penderitanya,’’ ungkapnya.

Pihaknya ingin generasi muda lebih paham agar tidak mengucilkan ODHA. Apalagi penularannya cukup sulit. Namun, butuh kehati-hatian penderita  yang juga terjangkit penyakit penyerta seperti TB yang bisa amenular lewat udara. Biasanya penderita AIDS yang sudah parah. ‘’Tetap berhati-hati. Tapi  tak perlu mengucilkan,’’ pintanya. (fat/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here