HIV/AIDS: Temukan Tiga ODHA Baru

47

PACITAN – Orang dengan HIV/AIDS (ODHA) terus bermunculan di Pacitan. Sejak awal tahun ini penderita baru penyakit menular itu mencapai belasan pasien. Bahkan Juni ini, tiga ODHA kembali ditemukan. ‘’Mereka terdeteksi salah satu puskesmas keliling. Ini baru awalan,’’ kata Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinas Kesehatan (Dinkes) Pacitan Wawan Kasianto Jumat (14/6).

Beberapa saat lalu, pihaknya dan salah satu puskesmas melakukan penyisiran di beberapa tempat yang diduga berpotensi penularan HIV. Hasilnya tiga penderita didapati terjangkit virus tersebut. Wawan menduga penularan tak lepas dari bermunculannya ODHA dari lelaki seks lelaki (LSL) alias homoseksual. Pasalnya, dari beberapa kasus, pasien didapati mengalami kelainan seksual. ‘’Akhir-akhir ini ada pergeseran penularan, sebagian terjangkit karena LSL,’’ ungkapnya.

Dari situ, lanjut dia, penyakit HIV/AIDS menyebar. Terlebih para LSL kerap kencanduan dan menyalurkan seks menyimpangnya ke orang lain. Sehingga, jumlah pelakunya kian banyak. Sementara ketika pulang ke kampung halaman seperti saat Lebaran kali ini dimungkinkan penyebarannya kian bertambah. ‘’Kami tidak bisa memaksa screening kepada setiap orang yang datang untuk mencegah penyebaran penyakit ini. Jadi, sifatnya sukarela,’’ terangnya.

Pendataan dini tersebut tak lepas dari pengobatan para penderita. Pasalnya, jika ditangani sejak awal dan mendapat pengobatan yang tepat, virus di dalam tubuh penderita dapat melemah. Meski tak hilang namun saat pasien melakukan hubungan seksual kemungkinan penularan HIV kian rendah. ‘’Walaupun tidak bisa mati dan hilang sepenuhnya, virus HIV itu bisa diobati hingga tidak sampai menular ke orang lain,’’ ungkap Wawan.

Dinkes Pacitan mencatat sejak teridentifikasi pada 2010 silam, jumlah ODHA mencapai 295 orang. Dari jumlah total tersebut, 156 penderita di antaranya meninggal dunia. Sementara sepanjang Januari-Juni 2019 dinkes mencatat sebanyak 18 penderita baru. Perinciannya, 11 penderita laki-laki dan sisanya perempuan. Pun 10 orang dari golongan usia produktif 19 hingga 44 tahun. ‘’Ada penderita yang masih anak-anak lantaran tertular orang tuanya sejak di kandungan,’’ ungkapnya.

Jika tak segera terdeteksi, calon ibu yang terpapar HIV hampir pasti menularkan ke bayi yang dikandungya. Namun, jika diketahui pada awal keamilan, penularan dapat dicegah dengan pengobatan. Sebagai antisipasi pihaknya minta setiap puskesmas memeriksa potensi penyakit tersebut pada setiap ibu hamil yang datang. ‘’Kami jaga kerahasian identitasnya. Jangan sampai diketahui masyarakat. Tapi yang paling penting, ODHA jangan sampai menularkan ke orang lain. Entah dengan alasan apa pun,’’ tegasnya. (gen/sat)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here